Gerhana Bulan Sebagian dan Bulan Purnama 7/8 August 2017

Gerhana bulan sebagian pada 2017 ini terjadi tanggal 7 Agustus 2017. Sedang untuk tanggal 8 Agustus gerhana bulan sebagian masih akan terjadi bersamaan dengan  bulan purnama.

Tanggal 8 Agustus 2017 pukul 01:11 WIB nanti, Bulan mencapai purnama sekaligus akan memasuki fase puncak gerhana bulan sebagian.

Pada paruh kedua musim gerhana tahun 2017, gerhana bulan sudah dimulai sejak tanggal 7 Agustus pukul 22:50 WIB.

Artinya, Bulan yang seharusnya bersinar terang memantulkan cahaya Matahari akan tampak lebih redup dan ada bagian yang gelap dan tidak tampak oleh pengamat.

Untuk Gerhana Bulan Sebagian 2017 ini, bagian selatan Bulan akan melintasi bagian utara umbra Bumi dari barat ke timur.

Sekitar 20% permukaan Bulan bagian selatan akan menghilang dalam bayang-bayang Bumi sedangkan 80% bagian lainnya akan tampak meredup karena berada di dalam penumbra Bumi.

Area yang berada di penumbra Bumi memang masih bisa menerima sebagian cahaya Matahari sedangkan sebagian cahaya lainnya terhalang Bumi.

 

Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana Bulan terjadi sebagai akibat pergerakan Matahari – Bumi – Bulan.
Selama pergerakannya mengelilingi Bumi dan bersama Bumi mengelilingi Matahari, ada kalanya Bumi berada di antara Bulan dan Matahari.

Atau lebih tepatnya, saat Bulan mencapai fase purnama dan berada di sisi berlawanan dengan Matahari maka posisi Matahari – Bumi – Bulan sejajar.

Akibatnya, cahaya Matahari terhalang oleh Bumi dan tidak mencapai Bulan.

Meskipun demikian, kemiringan 5º dari orbit Bulan menyebabkan tidak setiap Bulan Purnama terjadi Gerhana Bulan.

Ketika terjadi gerhana, Bulan akan memasuki bayangan Bumi yang kalau diamati memiliki dua komponen kerucut.

Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra di mana Bumi menghalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.

Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra atau yang disebut umbra merupakan area dimana Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari untuk mencapai Bulan.

Saat gerhana bulan sebagian, tidak seluruh permukaan Bulan masuk dalam umbra Bumi.

Hanya sebagian saja yang berada di dalam bayang-bayang inti Bumi, sedangkan sebagian lainnya berada dalam kerucut penumbra.

Karena itu, bulan purnama akan jadi lebih redup dan sebagian lagi tidak tampak atau jadi lebih gelap.

Pengamatan Gerhana Bulan Sebagian 7-8 Agustus 2017
Gerhana Bulan Sebagian 7-8 Agustus 2017 akan berlangsung selama 5 jam 53 detik. Dari keseluruhan gerhana, 20% permukaan Bulan akan berada dalam bayang-bayang Bumi selama 1 jam 55 menit 14 detik.

Pengamat yang berada di Eropa, Afrika, Asia, dan Australia akan dapat mengamati Gerhana Bulan terakhir tahun 2017 ini.

Di Indonesia, seluruh wilayah Indonesia bisa mengamati seluruh proses Gerhana Bulan Sebagian.
Untuk sebagian wilayah Papua, kontak terakhir saat Bulan meninggalkan penumbra tidak dapat diamati karena Bulan sudah terbenam dan Matahari sudah terbit.

https://www.timeanddate.com/eclipse/lunar/2017-august-7

44 Hari Menuju Kerajaan Anak dan Kunci Hamasiakh

Tanggal 7/8 Agustus 2017 kita tahu terjadi Gerhana Bulan Partial/ Sebagian dan Bulan Purnama di bulan Agustus 2017.

Kalau kita hitung dari tanggal 7/8 Agustus 2017 sampai Yom Teruah 21 September 2017.. terdapat 44 hari di dalam rentangnya.. sedangkan angka 4 itu sendiri dari huruf Ibrani  adalah Daleth.

 

Daleth adalah Pintu.

Fungsi pintu adalah membuka dan menutup. Bila pintu di buka maupun ditutup harus ada yang melakukannya. Pintu di buka dengan Kunci, pintu yang tertutup dan terkunci harus dibuka oleh orang yang mempunyai kunci. Dia adalah orang yang di urapi,  yang diberi kuasa oleh Pencipta untuk memegang kunci, yaitu Hamasiakh. Hamasiakh diberikan wewenang untuk membuka bahkan menutup semua pintu. Pintu berkat, pintu kemuliaan, pintu harta, pintu penghakiman, pintu Hades, dll.

 

Kunci dalam huruf Ibrani mempunyai angka:

Strong’s Number H4668

Dibaca dalam bahasa Ibrani/Hebrew מַפְתֵּחַ ( maphteach)

Kata Kunci itu sendiri muncul 3 kali dalam Firman.

1. Hakim-Hakim 3:25

Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.

Jdg 3:25 And they tarried till they were ashamed: and behold, he opened not the doors of the parlour; therefore they took a key, H4668 and opened them: and, behold, their lord
was fallen down dead on the earth.

2. 1 Tawarikh 9:27

Mereka bermalam di sekitar rumah Tuhan, itu sebab mereka bertanggung jawab atas penjagaan dan harus membuka pintu setiap pagi.

1Ch 9:27 And they lodged round about the house of God, because the charge wa upon them, and the opening H4668 there of every morning pertained to them.

3. Yesaya 22:22

Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Isa 22:22 And the key H4668 of the house of David will I lay upon his shoulder; so he shall open, and none shall shut; and he shall shut, and none shall open.

 

Dari waktu yang 44 hari ini menuju Yom Teruah dan Tanda Langit atas kelahiran Kerajaan Anak..akan diawali dengan di bukanya dan ditutupnya pintu-pintu.. pintu berkat, pintu penghakiman, pintu maut, dll..dimana kunci hanya di buka oleh Putera Yeshua pada manusia.

Artinya hanya Hamasiakh/Putera yang akan membuka pintu atas manusia yang mempunyai tanda Yeshua di dahi DAN menutup pintu-pintu atas manusia yang mempunyai tanda 666 di dahi. Dapat kita lihat di Yesaya 22:22 dimana Bapa Yeshua memberikan kunci keluarga Daud (kunci RAJA) ke atas bahu Putra Yeshua/HaMasiakh. Artinya hanya Putera yang diberi kuasa RAJA oleh Bapa Yeshua untuk membuka atau mengunci, apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

 

Perjanjian atas “hari ini” akan dimulai seiring dengan 1 Tawarikh 9:27..

Ibrani 4:7
Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

Pelayanan nama Pencipta yang Benar Yeshua akan di mulai pada setiap Bait Elohim atau pada setiap jiwa-jiwa manusia per hari ini setiap pagi bagi yang tunduk taat dan sepakat dengan Bapa Yeshua.. Dimana Yeshua akan akan berbicara setiap pagi kepada setiap manusia yang memakai materai Yeshua per hari ini.

Pintu Keselamatan terbuka atas mereka yang mau memakai nama Yeshua di dahi mereka. BUKAN DENGAN NAMA LAIN DENGAN ALASAN APAPUN. Oleh karena itu seperti kata Ibrani 4:7 .. jangan mengeraskan hati..

Juga kita akan melihat jiwa-jiwa yang mati yang terkurung oleh tanda 666 akan di hakimi dengan terbukanya pintu penghakiman..Hakim-Hakim 3:25..Hal ini tidak lagi terjadi di alam roh tetapi akan terjadi secara fisik. Diawali penghakiman bagi raja-raja dunia, yaitu pembesar-pembesar, artis, ahli politik, ahli hukum, bupati, dll… yaitu semua manusia yang mempunyai level raja.. sampai ke rakyat jelata… Pintu Penghakiman pada semua orang yang mengeraskan hati.

 

Puji Yeshua..

 

Amien..!!

Bapa Yeshua

..DAHULU 2000 TAHUN LALU BAPA PENCIPTA YESHUA DATANG KEDUNIA SEBAGAI ANAK MANUSIA… 

    SETELAH.. KEMATIAN, KEBANGKITANNYA DAN NAIK KE SURGA.. APAKAH YESHUA MASIH ANAK MANUSIA..? TENTU TIDAK.. Yoh 16:10 MENJELASKAN BAHWA YESHUA KEMBALI KE POSISI AWAL NYA SEBAGAI BAPA PENCIPTA…

    AYAT 3 DARI MATIUS 24 ITU.. YESHUA DITANYA OLEH PARA TALMIDIM ( MURID ) NYA.. APAKAH TANDA KEDATANGAN MU DAN TANDA KESUDAHAN DUNIA..?

    YESHUA MENJAWAB.. PADA AYAT 27, SEBAB SEPERTI KILAT MEMANCAR DARI SEBELAH TIMUR DAN MELONTARKAN CAHAYANYA SAMPAI KE BARAT, DEMIKIAN PULA, KELAK KEDATANGAN ANAK MANUSIA

    DI DALAM BACAAN ITU TIDAK ADA SATU KALIMAT ATAU PERNYATAAN BAHWA YESHUA AKAN DATANG KEDUA KALI NYA…, BAHKAN DALAM Ibrani 9:26,28 YESHUA HANYA SATU KALI SAJA MENYATAKAN DIRINYA, PADA ZAMAN AKHIR UNTUK MENGHAPUSKAN DOSA OLEH KORBANNYA. DAN ITU MENGGENAPI ± 360 NUBUATAN PARA NABI TERDAHULU TENTANG TUHAN PENCIPTA YANG ESA DAN SATU ITU, MENJADI MANUSIA..(YESHUA)

    NAAH KEMUDIAN, YESHUA SAAT INI SUDAH BUKAN ANAK MANUSIA LAGI…, KARENA YESHUA SDH KEMBALI KE POSISI NYA SEMULA SEBAGAI BAPA PENCIPTA…

    Pertanyaannya..: 

    Kalau begitu~SIAPAKAH ~ “ANAK MANUSIA” YANG YESHUA MAKSUD…?

    Menunggu Kerajaan Anak selama 33 Hari

    Gerhana Matahari

    Musim gerhana 2017 akan dimulai dengan Gerhana Bulan Penumbra dan Gerhana Matahari Cincin yang terjadi pada tanggal 11 dan 26 Februari 2017. Tahun ini, musim gerhana hanya diisi oleh 4 gerhana yang terdiri dari 2 gerhana Matahari dan 2 gerhana Bulan. Musim kedua gerhana di tahun 2017 akan terjadi bulan Agustus 2017 pada tanggal 7 dan 21 Agustus 2017. Pada tanggal 7 Agustus 2017, masyarakat Indonesia berkesempatan menikmati gerhana bulan sebagian dan pada tanggal 21 Agustus 2017 giliran masyarakat Amerika Serikat yang bisa menikmati gerhana Matahari total.

    21 Agustus 2017 — Gerhana Matahari Total

    Tahun 2017, Gerhana Matahari Total terjadi pada tanggal 21 Agustus 2017. Hanya saja, bukan melewati Indonesia. Gerhana Matahari Total 2017 akan melintasi seluruh wilayah Amerika Serikat dan sebagian wilayah Amerika Selatan. Jalur totalitas gerhana akan melintas dari Pasifik Utara, Amerika Serikat dan Atlantik Selatan. Perlu dicatat, bahwa gerhana matahari total lainnya akan melintasi Amerika Serikat pada sudut yang berlawanan tujuh tahun kemudian pada tahun 2024.

     

    Angka 33

    Angka 33 terhubung ke janji-janji Tuhan.

    Angka 33 dalam peristiwa  Nuh digunakan dalam Alkitab adalah ketika Tuhan membuat janji khusus atau perjanjian dengan Dia. Perjanjian Abadi untuk tidak menghancurkan seluruh dunia lagi dengan banjir dan memateraikan  janji-Nya dengan tanda pelangi (Kejadian 9:12-16).

    Angka 33 dalam peristiwa  Abraham digunakan dalam Alkitab adalah ketika Ishak, anak perjanjian, lahir baginya ketika ia berusia sembilan puluh sembilan tahun (Kejadian 21:1-2).

    Angka 33 berasal dari 3 kali 11 yang dapat mewakili penghakiman Elohim.

    Yehezkiel 33: (ILT) yang berisi tentang peringatan akan penghakiman:

    1. Dan firman YHWH datang kepadaku, yang mengatakan,
    2. “Hai anak manusia, berbicaralah kepada anak-anak lelaki dari bangsamu dan engkau harus mengatakan kepada mereka: Ketika Aku mendatangkan pedang atas suatu negeri, dan rakyat negeri itu mengambil seseorang dari perbatasan mereka, dan menempatkan dia sebagai penjaga bagi mereka;
    3. dan ketika dia melihat pedang itu datang ke atas negeri itu, lalu ia meniup sangkakala dan mengingatkan bangsa itu,
    4. dan siapa yang telah mendengar bunyi sangkakala itu, tetapi tidak mau diingatkan, maka datanglah pedang itu dan menghabisinya, darahnya akan ada atas kepalanya.
    5. Dia mendengarkan bunyi sangkakala itu tetapi tidak mau diperingatkan, darahnya ada atas dirinya sendiri. Namun dia yang menerima peringatan, dia akan menyelamatkan nyawanya.
    6. Namun jika penjaga itu melihat pedang itu datang, dan dia tidak meniup sangkakala, dan umat itu tidak diingatkan, dan pedang itu datang mengambil nyawa salah seorang dari mereka, dia mati di dalam kesalahannya. Namun Aku akan menuntut darahnya dari tangan penjaga itu.

     

    Angka 33 merupakan angka yang signifikan, karena Yeshua Ha Mashiach mati disalibkan pada usia ke-33.

    Nama Elohim, disebutkan sebanyak 33 kali dalam peristiwa  Penciptaan  dalam kitab Kejadian

    Angka Tiga puluh tiga adalah juga setara numerik dari kata AMIN.

    http://www.biblestudy.org/bibleref/meaning-of-numbers-in-bible/33-and-34.html

    Gerhana matahari tanggal  21 Agustus 2017 kali ini mempunyai jarak 33 hari sampai ke tanggal 23 September 2017.

    Gerhana kali ini dari tanggal 21 Agustus 2017 kali ini terjadi persis 33 hari sebelum tanggal 23 September 2017, dimana terjadi tanda besar di langit sama dengan kitab Wahyu 12. Dimulai di negara bagian ke-33 (Oregon), dan berakhir di Carolina Selatan pada lintang paralel ke-33. Perlu dicatat, bahwa gerhana matahari seperti ini belum pernah terjadi dalam kurun waktu 99 tahun. Ini akan menjadi kelipatan 3 x 33 tahun.

     

    Penantian Masuk ke Kerajaan Anak

    Dari beberapa arti angka 33 berdasarkan Firman Yeshua, kita mendapatkan kata-kata: janji khusus, anak perjanjian, Yeshua Ha Mashiach mati disalibkan, penghakiman Elohim, peristiwa  Penciptaan, dan AMIN. Dalam peristiwa Penciptaan, masa ini adalah peristiwa masa akhir yang di nyatakan dalam kata-kata Amin. Dimana ada janji khusus yang diberikan kepada Anak Perjanjian yang di firmankan oleh Yeshua HaMasiakh yang mati disalib diumur 33 tahun dua ribu tahun lebih yang lalu. Setelah peristiwa kelahiran terjadi setelah 33 hari dari peristiwa Gerhana Matahari akan terjadi penghakiman Elohim pada jiwa-jiwa yang menolak Yeshua sebagai Pencipta Langit dan Bumi yang satu.

    Wahyu 12:4-5

    4) Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. (5) Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya.

    Seperti juga dengan wanita yang akan bersalin, beban wanita hamil di bulan ke delapan dan ke sembilan cukup berat. Artinya jarak yang 33 hari ini menjadi sangat penting dalam kelahiran Kerajaan Anak. Baik si wanita hamil maupun janin dalam kondisi yang sama-sama berat. Seperti dalam Wahyu 12:4 dimana si Naga menyeret 1/3 bintang-bintang yaitu iblis dan antek-anteknya untuk menyerang wanita hamil tersebut. Yang saat itu juga wanita harus memberikan nutrisi terbaik bagi janin, wanita hamil tersebut mendapatkan tekanan dari naga dan antek-anteknya berupa intimidasi secara fisik dan roh. Hal ini bisa dilihat dari situasi dunia yang sangat mencemaskan, melelahkan, sambil menunggu kelahiran Ha Masiakh. Terjadi banyak perang, kelaparan, teror, kemiskinan, penganiayaan, dll. Bahkan Dunia pun tidak mengetahui bagaimana bentuk rupa anak yang dikandungnya yaitu Hamasiakh. Dan bagi sang ANAK yaitu HAMASIAKH, kondisinya sudah sangat lelah dalam penantian untuk mendapatkan kemulianNya sebagai Anak Yeshua.

    Keduanya dalam posisi menunggu, dan menjadi seperti yang di Firmankan Bapa Yeshua dalam Wahyu 12. Akankah anda menjadi Ibu (Wanita) atau menjadi Janin (Anak). Aku memilih menjadi Janin yang akan lahir menjadi ANAK dan di bawa dipeliharakan Bapa Yeshua dari naga merah dan antek-anteknya dan mendapat perlindungan di Tahta Putra dengan Kemulian Putra (Anak) di atas kepalaku.

    Halelu Yeshua

    Amin…

    Wahyu 12:1-2 (ILT)

    1.Dan terlihatlah suatu tanda besar (Yunani: semeion mega) di langit, seorang wanita dengan berselubungkan matahari dan bulan di bawah kakinya dan mahkota dua belas bintang pada kepalanya. 2. Dan ketika mengandung dalam rahimnya, dia berteriak karena menderita sakit bersalin dan karena tersiksa pada saat melahirkan. 3. Dan terlihatlah suatu tanda (Yunani: semeion) lain di langit, dan lihatlah, seekor naga merah besar yang mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. 4. Dan ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan dia melemparkan mereka ke bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan wanita yang akan segera melahirkan itu, supaya bilamana dia telah melahirkan anaknya, naga itu dapat menelannya. 5. Dan dia melahirkan seorang anak laki-laki yang akan segera menggembalakan segala bangsa dengan tongkat besi. Dan anak wanita itu dibawa kepada Elohim dan takhta-Nya.

     

    Bandung, 27- 07- 2017

    Bagaimana Hubungan antara Tabernakel dengan Bintang berdasarkan Perhitungan Alkitab

    Kel 25:9 (ILT)

    Seperti segala hal yang telah Kuperlihatkan kepadamu mengenai pola tabernakel dan pola segala perkakasnya, maka demikianlah kamu harus membuatnya.”

    Sesudah melakukan analisis mendetail tentang deskripsi Tabernakel (Kemah Suci) dalam Alkitab, seorang insinyur telah menemukan korelasi mengejutkan antara bangunan di bumi ini dengan orbit planet-planet di tata surya. Kesamaan yang luar biasa ini mencerminkan kepercayaan kuno bahwa kemah di padang pasir ini adalah titik pusat yang menghubungkan surga dan bumi, yang dibangun dengan menggunakan kekuatan ciptaan itu sendiri.

    Michael dari Irlandia (yang minta nama aslinya tidak dipublikasikan), yang sudah pensiun dari karirnya di bidang telekomunikasi, telah menulis beberapa buku penyelidikannya tentang Alkitab dengan memakai perspektif uniknya. Latar belakangnya di bidang teknik membuat Michael berbicara dalam bahasa angka-angka, dan bagian-bagian dari Alkitab yang menjelaskan tentang dimensi-dimensi bangunan Kemah Suci adalah, bagi Michael, sebuah buku terbuka. Pendekatan uniknya memungkinkan Michael untuk melihat Kemah Suci tidak hanya sebagai sebuah bangunan yang berdiri, namun juga dalam istilah luasan areal permukaan.

    “Ini seperti manual dari IKEA,” kata Michael. “Kebanyakan orang mencoba membayangkan Tabernakel (Kemah Suci) sebagai sebuah bangunan berdiri. Ini dimaksudkan untuk digabungkan, supaya Anda juga bisa melihatnya dibentangkan rata.”

    Bila dilihat dengan cara ini, Michael mulai melihat hubungan-hubungan yang luar biasa, dimensi-dimensi Kemah Suci yang menyamai fenomena astronomis benda-benda angkasa yang bisa disaksikan oleh orang-orang Yahudi di padang gurun. Dalam pewahyuan matematis ini, Michael dihadapkan pada sebuah misteri: kenapa matahari, bulan dan bintang-bintang menjadi faktor di dalam dimensi-dimensi tabernakel?

    Tabernakel

    Salah satu jawaban untuk pertanyaan ini diberikan dalam Bamidbar Rabbah (12:12), kumpulan interpretasi homiletik rabbi kuno tentang kitab Bilangan, di mana tertulis bahwa ketika Israel mendirikan tabernakel, Elohim memerintahkan kepada para malaikat untuk mendirikan versi yang sesuai di langit.

    Gambaran samar-samar pertama muncul kepada Michael saat dia membaca dalam Alkitab bahwa orang-orang Ibrani menyumbangkan 29 talenta dan 730 shekel emas.

    “Saya segera menyadari bahwa talenta tersebut berhubungan dengan satu bulan lunar, atau 29 hari. Dan 730 berhubungan dengan dua tahun matahari, atau 730 hari,” kata Michael. Pada titik itu, dia mulai memperhatikan sebuah pola namun tidak yakin akan pentingnya hal tersebut. Dia kemudian mencatat bahwa uang perak yang dikumpulkan untuk membangun Kemah Suci adalah 100 talenta dan 1.775 shekel. Dia menyadari bahwa 1.775 itu setara dengan lima tahun lunar hingga sampai tiga hari.

    “Saya tidak akan mengenali lima tahun lunar itu, kecuali bahwa saya telah melihatnya sebelumnya di Kitab Henokh dalam deskripsi tentang peristiwa-peristiwa astronomi,” kata Michael.

    Kitab Henokh 74:

    1. Dan bulan menjadikan seluruh tahun-tahun menjadi tepat, sehingga kedudukan mereka tidak mendahului atau terlambat satu hari pun, tapi dia mengubah tahun-tahun dengan keadilan yang tepat dalam tiga ratus enam puluh empat hari.
    2. Tiga tahun memiliki seribu sembilan puluh dua hari; dan lima tahun, seribu delapan ratus dua puluh hari; sehingga akan ada dalam delapan tahun dua ribu sembilan ratus dua belas hari.
    3. Hanya untuk bulan saja, selama tiga tahun memiliki seribu enam puluh dua hari, dan selama lima tahun dia tertinggal lima puluh hari, yaitu terhadap jumlah ini ditambahkan enam puluh dua hari.
    4. Dan dengan demikian dalam lima tahun akan ada seribu tujuh ratus tujuh puluh hari, sehingga hari-hari bulan selama delapan tahun akan menjadi dua ribu delapan ratus tiga puluh dua hari.

     

    Kitab apokrif (artinya: tersembunyi) Henokh adalah sebuah tulisan religius Yahudi kuno, yang secara tradisi dianggap berasal dari Henokh, kakek buyut Nuh. Meskipun para ahli alkitab modern menganggap bagian yang lebih tua berasal dari sekitar tahun 300 SM, Kitab Henokh diterima secara luas di kalangan gereja Kristen mula-mula, dan bahkan dikutip secara langsung maupun tidak langsung baik oleh Tuhan Yeshua, Rasul Petrus, maupun Rasul Yudas di dalam Alkitab,. Kitab Henokh tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab, kecuali oleh Gereja Kristen Orthodox Ethiopia dan Erithraea.

    Sebelum mempresentasikan temuan selanjutnya, Michael mencatat bahwa sebenarnya ada dua pendapat mengenai dimensi Kemah Suci. Sebagian besar ilmuwan menganut dimensi berdasarkan deskripsi oleh Flavius Josephus, seorang ilmuwan Yahudi dan sejarawan abad pertama. Studi Michael didasarkan pada dimensi yang lebih kecil yang dijelaskan oleh Richard Elliot Friedman, Profesor Studi Yahudi di Universitas Georgia.

    Michael kemudian melakukan beberapa perhitungan area permukaan bangunan tabernakel lengkap dan menemukan bahwa itu setara dengan 2.300 hasta. Hal ini mengingatkan nubuat misterius dalam Kitab Daniel.

    Dan 8:14 (ILT)

    Dan dia berkata kepadaku, “Selama dua ribu tiga ratus petang dan pagi, barulah tempat kudus itu akan dipulihkan kembali.”

    Michael kemudian menghitung luas permukaan bagian Kemah Suci yang hanya berisi Ruang Maha Kudus. Dia menambahkan luas permukaan perabot-perabot yang ada di dalamnya dan menghasilkan jumlah total 364 hasta. Kitab Henokh juga menggambarkan kalender 364 hari.

    Michael menghitung luas permukaan lima belas penutup atap Kemah Suci, mencapai angka 225 hasta persegi, setara dengan orbit Venus mengelilingi matahari.

    Dia kemudian menghitung area permukaan internal tenda Tabernakel dikurangi tirai masuk dan selubung yang memisahkan, karena mereka itu ditarik waktu Imam Besar Harun memasuki Tabernakel setiap pagi. Areal permukaan yang tersisa di tenda Tabernakel dan perabotannya berukuran 686,5 hasta persegi, setara dengan orbit Mars.

    Ketika tabir kemah Tabernakel dilepaskan, areal permukaan yang tersisa dari kain bangunan Tabernakel ditambahkan hingga berjumlah 4340, tujuh hari lebih lama dari orbit Yupiter.

    Dengan menggunakan metode ini, Michael juga menemukan areal permukaan kedua sisi material Tabernakel ketika didekonstruksi untuk tujuan perjalanan, ditambah luas permukaan perabot-perabot, mencapai jumlah total 10.761,5 hasta persegi, setara dengan satu kali orbit Saturnus dengan hanya dua hari tumpang tindih

    Dia juga mencatat bahwa luas permukaan keseluruhan peralatan di dalam Ruang Maha Kudus ditambah penutup dada yang dikenakan Imam Besar adalah 87,75 hasta persegi, yang setara dengan orbit planet Merkurius yakni 87,97 hari.

    Rabbi Yosef Berger, rabbi Makam Raja Daud di Gunung Zion, menanggapi temuan Michael dengan menunjukkan bahwa Rabbi Shlomo Yitzchaki, sarjana Torah terkemuka abad ke-11 dari Perancis yang dikenal dengan nama Rashi, mengajarkan bahwa Elohim memberikan sepuluh ucapan yang digunakan untuk menciptakan dunia kepada Betsalel supaya dia bisa membangun Kemah Suci.

    Kel 31:2,3 (ILT) “Lihatlah, Aku telah memanggil nama Bezaleel anak Uri anak Hur, dari suku Yehuda. Dan Aku telah memenuhi dia dengan Roh Elohim, dengan hikmat, dan dengan pengertian, dan dengan pengetahuan dan dengan segala keterampilan,

    “Segala ciptaan tersirat di dalam bangunan itu sendiri,” kata Rabbi Berger. “Bangunan dan perabot-perabotnya tidak dibangun seperti bangunan-bangunan lainnya. Itu dibuat dengan suatu proses yang sama dengan penciptaan dunia. Kabbalah (mistisisme Yahudi) mengajarkan kepada kita bahwa Elohim menciptakan dunia ini dengan perkataan, dan segala realitas pada dasarnya adalah kombinasi-kombinasi dari kata-kata, huruf-huruf, dan angka-angka, dan secara khusus ini berlaku untuk Kemah Suci.”

    “Sebagai titik penghubung antara dunia atas dan dunia bawah, ini pasti menjadi bagian dari Tabernakel dan Bait Suci,” kata Rabbi Berger menyimpulkan. “Hubungan ini, menghubungkan firman penciptaan yang membentuk dunia materi ini, adalah apa yang akan memberikan sang Messias kemampuan untuk mengangkat dunia ini ke tingkatan yang lebih tinggi.”

    Note: Midrash (Bamidbar Rabbah 15:7) membandingkan tujuh pelita Menorah dengan tujuh planet di tata surya, yang menerangi langit malam. Menurut Clement Alexandria dan Philo Yudea, tujuh pelita menorah itu melambangkan tujuh planet klasik: Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Yupiter, dan Saturnus.

    Tulisan ini berasal dari penulis Adam Eliyahu Berkowitz.

    “The Seven Noahide Laws”

    1. Acknowledge that there is only one G‑d who is Infinite and Supreme above all things. Do not replace that Supreme Being with finite idols, be it yourself, or other beings. This command includes such acts as prayer, study and meditation.
    2. Respect the Creator. As frustrated and angry as you may be, do not vent it by cursing your Maker.
    3. Respect human life. Every human being is an entire world. To save a life is to save that entire world. To destroy a life is to destroy an entire world. To help others live is a corollary of this principle.
    4. Respect the institution of marriage. Marriage is a most Divine act. The marriage of a man and a woman is a reflection of the oneness of G‑d and His creation. Disloyalty in marriage is an assault on that oneness.
    5. Respect the rights and property of others. Be honest in all your business dealings. By relying on G‑d rather than on our own conniving, we express our trust in Him as the Provider of Life.
    6. Respect G‑d’s creatures. At first, Man was forbidden to consume meat. After the Great Flood, he was permitted – but with a warning: Do not cause unnecessary suffering to any creature.
    7. Maintain justice. Justice is G‑d’s business, but we are given the charge to lay down necessary laws and enforce them whenever we can. When we right the wrongs of society, we are acting as partners in the act of sustaining the creation.

     

    http://www.chabad.org/therebbe/article_cdo/aid/62221/jewish/Universal-Morality.htm

    Yang paling Krusial, Tahap Terakhir Sebelum Mesias

    “Dan kamu akan menjadi kepada-Ku kerajaan imam, dan bangsa yang kudus.”         Keluaran 19: 6 (The Israel Bible ™)

    Rabbi Alon Anava, seorang pembicara yang inspirasional, memberikan pelajaran minggu lalu di Safed (Tzfat) pada ulang tahun tanggal 23 kematian Rabbi Menachem Mendel Schneerson. Dalam khotbahnya, Rabbi Anava mengungkapkan tahap terakhir yang paling penting sebelum kedatangan Mesias adalah: bagi orang Yahudi untuk mengajar Tujuh Hukum Nuh kepada bangsa-bangsa.

    Salah satu pemimpin terbesar Yahudi dari abad ke-20 dan pemimpin spiritual dari Chabad Lubavitch cabang Yudaisme Hasid, Rabbi Schneerson, yang adalah pemimpin Taurat yang mencapai lebih dari target untuk membawa Moshiach (Mesias). Selama hidupnya, Rabbi Schneerson mengirim utusan ke seluruh dunia untuk mendidik dan menginspirasi orang untuk datang dekat dengan Tuhan.

    Membawa turun ajaran nya, Rabbi Anava menyatakan bahwa Rabbi Schneerson percaya langkah akhir  sebelum Moshiach adalah bergantung pada satu hal: Orang-orang Yahudi mengajarkan Taurat kepada Orang-orang yang bukan Yahudi.

    “Kami tahu apa yang kita perlu sebagai orang-orang Yahudi untuk membawa penebusan, dan sebenarnya, kita sudah Mencapai kuota yang diinginkan,” Rabbi Anava menjelaskan. “[Rabbi Schneerson] mengatakan,” Kami semua siap. Semua yang diperlukan adalah untuk memoles tombol. ‘ “

    “Tahukah kau apa yang hilang?” Rabbi Anava berkata secara retorikal  “Negara-negara di dunia.”  Sekarang, yang kita perlukan adalah beberapa miliar orang dari bangsa-bangsa untuk menjadi bagian dari penebusan. “

    Rabbi Anava mengutip sumber alkitab yang mewajibkan orang-orang Yahudi untuk mengajarkan kepada orang-orang non-Yahudi.
    Tuhan berfirman:

    ‘Hal ini Terlalu sedikit engkau akan menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub, dan untuk mengembalikan keturunan Israel; Juga saya akan memberikan kepadamu cahaya untuk bangsa-bangsa, bahwa keselamatan yang dari pada-Ku sampai akhir bumi “(Yesaya 49: 6).

    Rabi Schneerson dikenal jutaan orang yang berkiblat padanya sebagai pencerah, dia menjadi ketua gerakan Chabad pada tahun 1950 ketika ayah mertuanya meninggal. Pada awal 1980-an, ia mulai mendesak para pengikutnya untuk menyebarkan pengajaran tentang hukum Tujuh Nuh kepada orang-orang non-Yahudi.

    “Di sinilah kebanyakan orang, yang sebagian besar pemimpin generasi kita gagal,” penjelasan Rabbi Anava. “Orang-orang Yahudi telah mencapai kapasitas kita. Sekarang, kita memiliki tanggung jawab membawa kesadaran kepada dunia, dan kami gagal dalam besaran-waktu.”

    Gerakan Chabad benar-benar pengecualian untuk pernyataan Rabbi Anava ini. Hari ini, lebih dari 3.500 Lembaga Chabad Lubavitch ada di lebih dari 85 negara di enam benua. Selain memberikan pelayanan dan pendidikan kepada orang-orang Yahudi, Lembaga ini aktif dalam menjangkau orang-orang yang bukan Yahudi.

    Rabbi mencatat ada tradisi Yahudi di mana orang-orang Yahudi di Gunung Sinai menerima Taurat tanpa syarat, mengamati perintah-perintah dengan pemahaman bahwa mereka akan belajar dan memahami mereka lebih lengkap di kemudian hari. Hal ini dimaksud dalam teologi Yahudi naaseh v’nishmah (akan kita lakukan dan kita akan dengarkan).

    Dan semua orang menjawab bersama-sama, dan mengatakan:

    ‘Semua yang Hashem  firmankan kita akan lakukan’ Keluaran 19: 8

    Rabbi Anava jelaskan bahwa menurut tradisi Yahudi, penerimaan ini pada tujuh perintah-perintah yang paling dikenal dari Hukum Tujuh Nuh. Ketika Israel menerima ini di Sinai, semua bangsa lain hadir juga.

    “Itu terjadi ketika kita berada di barisan depan karena kami mendapat informasi dalam rangka untuk memberikan lebih,” rabbi berkata dengan agak bercanda.
    Rabbi Anava menjelaskan bahwa Taurat diberikan kepada orang Yahudi tetapi, menurut tradisi Yahudi, itu sebenarnya tidak secara eksklusif milik siapa pun.

    Talmud menjelaskan Bahwa Tuhan memberikan Taurat di gurun karena gurun didisain oleh hukum Taurat sebagai hefker Makom (tempat tanpa pemilik). Taurat tidak diberikan di Tanah Israel untuk itu berarti semata-mata untuk orang Yahudi di Tanah Israel. Rabbi menjelaskan bahwa bagi orang Yahudi untuk mengatakan Taurat adalah ‘milikku’, bertentangan antara konsep sepenuhnya, dengan penggunaan Taurat.
    “Hal ini seperti seorang anak meraih mainan yang bukan milik dia,” Rabbi Anava menjelaskan.

    Dia mencatat bahwa sejarah hubungan antara Yahudi dan Kristen membuat tujuan ini sulit. “Ketika orang mengatakan ‘Kami selalu dianiaya dan dibunuh’, saya bisa mengerti,” kata Rabbi Anava. “Ada jutaan orang Yahudi yang bahkan tidak tahu bagaimana mengatakan Shema (doa menyatakan keEsaan Tuhan). Ini adalah tanggung jawab kita untuk menginspirasi mereka. Tapi kami memiliki kewajiban yang lebih besar untuk pergi keluar dan menginspirasi dunia untuk mengikuti tujuh hukum Nuh. “

    Rabbi Anava sering memberikan kuliah tentang pengalaman mendekati kematiannya sendiri dan bagaimana itu mempengaruhinya kembali ke Taurat. Dalam kuliahnya pekan lalu, yang ditanyakan oleh orang non-Yahudi mengenai pengalaman dekat kematian. Si penanya bertanya apakah rabbi jika, Ketika ia berada di surga, apakah mereka mengatakan kepadanya ia harus mengikuti  Yudaisme secara khusus.
    “Di surga, mereka tidak menyebutkan kata Yudaisme,” kata Rabbi Anava. “Mereka berbicara hanya dari Taurat dan Taurat dipunyai oleh semua orang.”

    Rabbi mencatat bahwa kewajiban mengajarkan Taurat memerlukan pengetahuan tentang keYahudian untuk mendekati setiap orang  dan bertanya, ’Apakah anda Yahudi?’. Jika jawabannya adalah’ya’, mereka harus membantunya dengan perintah-perintah yang khusus untuk orang-orang Yahudi. Tetapi jika jawabannya ‘Tidak’, rabbi mencatat bahwa tahap tambahan diperlukan. “Pertanyaannya  ‘Apakah Anda manusia?’’ Rabbi Anava mengatakan. “Jika mereka manusia, Anda harus mengajarkan mereka tentang hukum Nuh.

    https://www.breakingisraelnews.com/90741/the-most-crucial-last-stage-before-messiah/#c08GPYhvAscA6sMz.97

    Petir Sebagai Tanda Mesias

     

    Job 37:3,4

    Ia melepaskan ke seluruh kolong langit, dan juga kilat petir-Nya ke ujung-ujung bumi. Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; ia tidak menahan kilat petir, bila suaraNya kedengaran.

    Suasana petir sering dinyatakan dalam alkitab, Alkitab katakan secara jelas di mazmur bahwa kilat petir, menyatakan kebenaran dalam akhir zaman.

    Psalms 97:4

    Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

     

    Rabbi Yosef Berger menyatakan bahwa pesan dari adanya petir diberikan kepada semua orang, tidak hanya pada orang Yahudi saja. Orang yang melakukan segala sesuatu melawan Yeshua, dengan adanya tanda petir akan berarti hukuman.

    Seperti petir yang sangat kuat di Gunung Sinai tidak berarti mencelakanmu. Di akhir zaman kilat mempunyai tujuan tertentu, kata sang Rabbi. Untuk orang-orang yang mengenal Elohim Abraham, hal ini seperti alarm, membangunkan mereka. Menyatakan mereka supaya bersiap-siap akan apa yang terjadi.

    www.breakingisraelnews.us7.list-manage2.com

    Salah satu kejadian adalah besarnya petir di England beberapa hari yang lalu. Dimana 120.000 petir menyambar dalam 12 jam. Hal ini menandakan sesuatu akan terjadi. Dimungkinkan sebagai isyarat bahwa British adalah target dari kebangunan sebelum Messianik.

    Peristiwa ini juga mengingatkan kami ketika melakukan pelayanan nama Yeshua atau kejadian yang berkaitan dengan nama Yeshua. Petir sering terjadi disaat mereka tidak menghargai kami, menolak kami, atau melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab baik di dalam fisik maupun roh.

    Peristiwa-peristiwa tersebut membuat kami semakin bulat dan percaya bahwa YESHUA adalah Bapa Kami yang benar yang adalah Elohim dari segala tuhan yaitu Pencipta yang satu.

    HaleluYeshua

    Messiah Ben David and Messiah Ben Joseph 

    “And He said unto me: ‘Son of man can these bones live?’ And I answered: ‘O Lord G-D Thou knowest.’” Ezekiel 37:3 (The Israel Bible™)

    Israel Independence Day comes directly after Memorial Day, in a logical arrangement that one rabbi says reflects the two-stage process of Messiah embodied in the State of Israel.

    Rabbi Shimon Apisdorf, a prominent Jewish educator and bestselling author, believes it is not a coincidence that Memorial Day directly precedes Independence Day .

    According to Jewish tradition, there are two stages in the Messiah:

    Moshiach ben Yosef (Messiah from the House of Joseph) and Moshiach ben David (Messiah from the House of David). Moshiach ben Yosef is a natural, physical process building up the practical aspects of Israel.

    Rabbi Apisdorf explained that these two stages are reflected in the Vision of the Dry Bones described in chapter 37 of Ezekiel. The beginning of the vision describes scattered bones.

    So I prophesied as I was commanded; and as I prophesied there was a noise and behold a commotion and the bones came together bone to its bone.

    Ezekiel 37:7

    “This part of the vision is a process of bringing the bones together, binding them in the flesh,” explained Rabbi Apisdorf. “This describes Messiah from the House of Joseph. The first vision represents the Jews in exile, when we were like individual bones with no sense of being part of a whole. For the Jewish people, exile is a boneyard.”

    Bringing the bones together, the rabbi explained, is the ingathering of the people and the necessary practical arrangements that needed to be made. In the years leading up to 1948 and for many years after, this effort was spearheaded by secular Zionists, who farmed the land and fought in the IDF.

    “This is the first stage, the secular Zionists, who, like Joseph in Egypt, provided a physical home for the Jews: food, shelter,and protection,” Rabbi Apsidorf explained. “The Jews who died in this process, of reconstituting the dry bones, physically building up and defending the country, were the embodiment of Moshiach ben Yosef.”

    The rabbi then explained that the second vision described in Ezekiel is of a spirit entering the now-reconstituted bodies.

    So I prophesied as He commanded me and the breath came into them and they lived and stood up upon their feet an exceeding great host.

    Ezekiel 37:10

    This, the rabbi explained, is a spiritual, internal process.

    “The second stage is when the spirit, that has always been there, becomes apparent in all its glory,” Rabbi Apisdorf said. “This process, Moshiach ben David, emphasizes the spiritual. Without the first stage, the spiritual stage will not happen.”

    According to tradition, Moshiach ben David is a spiritual process culminating in the Third Temple and the Davidic Dynasty. This, the rabbi said, is contained within Independence Day. The sages teach that the redemption from the third exile, which many believe we are now experiencing, will, unlike the previous two redemptions, never end.

    “Moshiach ben Yosef is the seed that contains everything that follows,” said Rabbi Apisdorf. “It’s all there. This was what was happening in the first years of Israel. By looking back on Memorial Day, at Moshiach ben Yosef, at those who fell building up the country, we can see our future geula (redemption), our Moshiach ben David that will be true independence, must inevitably be.”

    https://www.breakingisraelnews.com/87469/rabbi-memorial-day-independence-day-transition-model-two-stage-messiah-process/#aSrxmIJe1Dfrlm5z.97

     

    Rabbi Shimon Apisdorf, a prominent Jewish educator and bestselling author, explained that the stages represent a process, not individuals.

    “There will certainly be a King of Israel from the House of David, but that person is the final conclusion of the process and period of time called Moshiach Ben David,” he said.

    Rabbi Apisdorf identifies the modern period of Moshiach Ben Yosef with Rabbi Avraham Isaac Kook, the first Ashkenazi chief rabbi of Israel and possibly the single most renowned and respected Zionistic rabbi to ever live in the state. In 1904, when Rabbi Kook eulogized Theodore Herzl, the founder of modern Zionism, he referred to Herzl, a secular Jew, as the “beginnings of the Moshaich Ben Yosef”, and referred to the State of Israel as embodying Moshiach Ben Yosef, noting the similarities between the modern state and the Biblical character of Joseph.

    “Joseph was the provider sent by God to save many from starvation, who sustained Jacob and his sons materially when they came to Egypt looking for grain, so in future generations, the descendants of Joseph would develop the material side of Jewish national existence,” Rabbi Kook wrote in his eulogy.

    “Joseph was swallowed up by the nations, and was fluent in seventy languages. This last point symbolizes the connection between Israel and all the nations of the world we see today.”

    Rabbi Shimon Apisdorf assigned a specific beginning point to Moshiach Ben Yosef by noting a remarkable coincidence. He explained that the day that Rabbi Kook arrived in Israel, the 28th day of the Hebrew month of Iyar (May 13th 1904), became Jerusalem Day, the day Jerusalem was unified, precisely 63 years later. Jerusalem and the Third Temple are essential to the second stage of the Messiah: Moshiach Ben David.

    “It seems clear to me that the period of Moshiach Ben David began on the day Rabbi Kook stepped onto the soil of the Holy Land,” Rabbi Apisdorf said.

    Rabbi Apisdorf believes that Peres’ death signaled the transition point when the period of Moshiach Ben Yosef ended and the period of Moshiach Ben David took prominence. The rabbi expressed this historical process in spiritual terms.

    “I sense that the period of Moshiach Ben Yosef ended with the burial of Shimon Peres, the last of the founding fathers of the state that embodied that process [of creating the state],” Rabbi Apisdorf said. “This is an unmistakable historic shift, and, remarkably, it was as if the whole world acknowledged this by running to Jerusalem to be present for that Messianic shift.

    “If this is true, then beginning this past Shabbat, and then as the New Year began, the transition period ended, and we are now solely in the period of Moshiach Ben David,” explained Rabbi Apisdorf

    //www.breakingisraelnews.com/76668/death-israels-last-founding-father-usher-messianic-era-joseph/#YXEd4Z1