Matahari Menjadi Hitam Bagaikan Karung Rambut

Pembicaraan mengenai Blood Moon begitu banyak di tulis belakangan ini. Lalu apa yang dimaksud ‘matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut’ seperti yang terdapat dalam:
Wahyu 6:12 (Lembaga Alkitab Indonesia)
Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
Relevation 6:12 (Complete Jewish Bible)
Then I wathched as he broke the sixth seal, and there was a great earthquake, the sun turned black as sackcloth worn in mourning, and the full moon become blood-red.
Relevation 6:12 (Ortodox Jewish Bible)
And I saw when he opened the chotam hashishi (sixth seal), a great earthquake occured and the shemesh (sun) became shakhor (black) as sackcloth made of hair and the whole levanah (moon) became like dahm (darah).

MATAHARI

Kata Matahari dalam bahasa ibrani di tulis shemesh. Kata shemesh ini berasal dari kata Shamash. Dan akar kata Semit sh-m-sh berarti matahari (contoh lain.. Maltese ‘xemx’).
Dan kata Shamash dalam nama Babel untuk Sumeria adalah dewa matahari Utu. Dan jika Anda membaca teks transliterasi dari Sumeria, Anda akan melihat bahwa ketika kata matahari dalam terjemahan yang digunakan Bangsa Sumeria, mereka menggunakan kata Utu, karena itu Matahari adalah Utu dan Utu adalah matahari, tapi ketika mereka berbicara tentang dewa itu sendiri mereka menambahkan tanda determitive. https://en.wikipedia.org/wiki/Talk%3AShamash
Siapakah Dewa Utu tersebut? Diambil dari https://en.wikipedia.org/wiki/Utu :
Utu (rendition Akkadia [1] [2] dari Sumeria UD 𒌓 “Sun”, [3] Assyro-Babilonia Shamash “Sun”) adalah dewa Matahari dalam mitologi Sumeria, putra bulan dewa Nanna dan dewi Ningal. Saudara-saudara-Nya adalah Ishkur dan si kembar Inanna dan Ereshkigal. Kultus pusat terletak di kota Larsa.

KARUNG RAMBUT

Pencarian kedua mengenai kata-kata karung rambut (sackcloth made of hair).
Dari https://en.wikipedia.org/wiki/Sackcloth Kain Kabung (Ibrani שַׂק SAK) adalah suatu kain kasar tenun, biasanya terbuat dari bulu kambing, yang terutama dipakai sebagai tanda berkabung oleh Israel. Yang selanjutnya sebagai tanda penyerahan (I Raja-raja xx. 30 et seq.), Dan kadang-kadang dipakai oleh para nabi.
Selain itu Sackcloth atau Kain Kabung (ˈsækˌklɒθ) adalah:
1. (Textiles) coarse cloth such as sacking…. kain kasar seperti pemecatan
2. (Clothing & Fashion) garments made of such cloth, worn formerly to indicate mourning or penitence…..(Pakaian & Mode) pakaian yang terbuat dari kain tersebut, dikenakan sebelumnya untuk menunjukkan berkabung atau penyesalan
3. sackcloth and ashes a public display of extreme grief, remorse, or repentance…kain kabung dan abu tampilan publik kesedihan ekstrim, penyesalan, atau pertobatan

Matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut

Dari hal diatas secara keseluruhan dapat di artikan bahwa Matahari menunjukan Dewa. Dewa matahari akan menjadi gelap sehingga ada perkabungan, penyesalan atau pertobatan dari jemaat didalamnya.
Lalu di zaman akhir ini siapakah dewa matahari tersebut? tentunya agama-agama, sekte-sekte atau apapun juga yang berkiblat pada matahari. Orang yang terlibat didalamnya akan merasakan kegelapan dalam hidup mereka, tidak ada terang lagi seperti dulu. Penyesalan mengikuti si dewa matahari, karena tidak ada kemajuan dalam hidup mereka. Pertobatan yang mereka lakukan dalam nama dewa matahari berputar-putar tidak ada damai sejahtera. Doa yang dinaikan pun tidak akan pernah sampai tujuan, terasa kering hanya sampai di langit-langit rumah. Semua menjadi tidak sama lagi seperti dahulu.. Yang pasti ada kebingungan didalamnya..
Hal ini terjadi di mulai dari tetrad blood moon sebagai salah satu tanda zaman akhir… Dan zaman akhir akan berhenti digantikan zaman yang baru yang mengharuskan dewa matahari menyerah… Dihancurkan..!
Tentunya anda tahu siapa mereka dari tulisan di banyak blog.. Dengan menyerahnya dewa matahari.. Pencipta Langit dan Bumi di agungkan dimuliakan dan NamaNya Nyata dari dahulu sampai sekarang..
Puji Yeshua…
Amien..!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s