Sudden Shift

Saya membaca satu artikel di koran kompas mengenai sudden shift, yang di tulis oleh Renald Kasali dengan judul ‘Hati-hati “Sudden Shift”, Fenomena Perubahan Abad Ke-21’
Saya cuplik sedikit artikel tersebut di bawah.

Tulisannya menarik perhatian saya karena akan terjadi perubahan yang cukup besar di kalangan generasi selanjutnya. Generasi anak cucu saya yang mendiami bumi ini. Seperti juga FirmanNya dalam Pengkotbah 1:4 “Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada.”
Sebentar lagi akan ada perubahan zaman yang meninggalkan hal-hal lama dan datangnya hal-hal baru, ‘Sudden Shift’. Seperti dengan seseorang yang mengganti bajunya. Tubuhnya tetap, yaitu bumi, tetapi bajunya yang sudah rusak akan di ganti.
Bumi akan tetap sama tetapi permukaannya berubah sesuai dengan ke Maha Penciptaan Tuhan yang selalu membuat segala sesuatunya cuma satu. Itulah pekerjaan Tuhan yang akan bekerja mengganti baju bumi yang rusak dan usang dengan yang baru. Mazmur 46:8 “pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,”

Kapan waktunya? Ketika…. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya… Imamat 25:10… Ketika ada kebebasan, dan sampai pada miliknya dan kaumnya.. Bebas berkreasi tetapi kembali pada Kebenaran yang hakiki. Nama Tuhan Pencipta yang benar.. yang menyelamatkan kita.. Yeshua

Siapkah anda menghadapi zaman yang baru?
Zaman yang sama sekali berbeda dengan zaman kita?
Tapi yang pasti Tuhan yang dahulu sama dengan Tuhan yang sekarang..

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/24/054110726/Hati-hati.Sudden.Shift.Fenomena.Perubahan.Abad.Ke-21?page=1
KOMPAS.com —Sudden shift
Daripada mereka-reka kapan dollar AS akan kembali turun, atau tenggelam dalam rasa takut yang besar bahwa PHK besar-besaran akan terjadi, lebih baik kita paham apa yang tengah terjadi, mengapa, dan bagaimana meresponsnya.

Gejala ini kita sebut sudden shift (tiba-tiba berpindah). Faktanya, konsumennya tetap di situ, populasinya tetap besar (8 miliar jiwa), semuanya butuh makan, minum, transportasi, gadget, hiburan, dan sebagainya. Akan tetapi, siapa yang menikmati perpindahan itu?

Sudah begitu, perpindahannya mengejutkan karena seakan tiba-tiba (sudden), cepat sekali (speed), dan membuat kita terkaget-kaget (surprise). Mengapa? Ini karena kita mengabaikan, kita menyangkal, kita gemar berolok-olok, berpolitik, bersiasat, berpura-pura menyelamatkan (padahal menyesatkan); kadang mengatasnamakan rakyat pula, menghiburnya, berpura-pura seakan-seakan masalahnya ada di tempat lain.

Zalora

Anak-anak muda tentu lebih tahu apa itu Zalora. Ini situs belanja online yang sedang digemari konsumen muda. Dengan belanja online, selain mendapat barang-barang baru, anak-anak muda bisa mendapat harga yang lebih murah.

Saat industri ritel konvensional melaporkan penurunan 3-4 persen, Zalora justru mengatakan bahwa omzet mereka naik 240 persen. “Dalam dunia online, kalau kami tumbuhnya di bawah 100 persen, itu sama dengan kegagalan,” ujar mereka.

Go-Jek, Uber, Seven Eleven, dan lain-lain.

Kalau Anda belum puas dengan contoh–contoh di atas, maka pelajarilah segala fenomena di dunia transportasi, ritel, telekomunikasi, trading, financing, dan sebagainya. Anda pasti akan menyaksikan gejala sudden shift ini.

Konsumen perbankan pun mulai meninggalkan kunjungan ke loket-loket bank. Mereka beralih ke mobile banking. Pemakaian voice dalam berkomunikasi beralih ke cara-cara baru: data. Dari voice ke BBM, lalu pindah lagi ke Whatsapp dan media sosial.

Sama halnya pertarungan sengit yang tengah dihadapi tukang-tukang ojek pangkalan versus Go-Jek dan Grab-Bike, atau taksi biasa versus Uber. Semua mengalami gejala shifting.

Jadi, jangan melulu menyalahkan krisis ekonomi dunia karena krisis berdampak pada semua usaha, dan kali ini terjadi luas di seluruh dunia. Yang jauh lebih penting bukan krisis itu sendiri, bukan dollar AS, melainkan mengenai apa respons kita terhadap usaha yang kita jalani, dan apa respons kita untuk mempersiapkan masa depan anak-anak kita dalam dunia yang benar-benar baru ini.
Kalau Anda diamkan, bukan krisis yang menghantam, melainkan persaingan baru melalui business model yang benar-benar berbeda.

Lagi pula, krisis selalu menjadi alasan bagi kaum malas untuk berhenti bekerja, dan bagi mereka yang senang mencari kambing hitam untuk menyalahkan orang lain atas kesalahan yang dilakukannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s