Perintah Hakhel

Pada hari rabu 30 September 2015 akan terjadi peristiwa penting yaitu pembacaan taurat di depan semua orang. Baik orang yahudi dan non Yahudi. Artinya Nama Pencipta, Yeshua, akan di bacakan di Israel sebagai Nama pencipta didepan semua orang bagi semua orang, tidak hanya satu golongan saja.

Berita ini saya ambil dari http://www.breakingisraelnews.com/49615/thousands-descend-jerusalem-take-part-rare-biblical-commandment-hakhel/#LSVskLSsqDPLzRME.97

“Dan Musa memerintahkan mereka, demikian,” Pada akhir tujuh tahun, pada waktu yang telah ditetapkan dalam tahun penghapusan hutang, yakni hari raya Pondok Daun, apabila seluruh orang Israel datang menghadap ke hadirat YHWH, Tuhanmu, di tempat yang akan dipilih-Nya, maka haruslah engkau membaca hukum Taurat ini di depan seluruh Israel. Seluruh bangsa itu berkumpul, laki-laki, perempuan dan anak-anak, dan orang asing yang diam didalam tempatmu, supaya mereka mendengarkan, dan belajar takut akan YHWH, Tuhan mu, dan mereka melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.” (Ulangan 31: 10-12)

Ribuan orang Yahudi berkumpul untuk doa massal pengampunan (slichot) di Western Wall di kota tua Yerusalem, pada malam sebelum Yom Kippur pada tanggal 21 September 2015.

Pada hari Rabu, 30 September, ribuan orang akan turun di Tembok Barat Plaza untuk mengambil bagian dalam sebuah perintah Alkitab langka yang terjadi sekali setiap tujuh tahun.

Perintah Hakhel melibatkan semua orang Yahudi pria, wanita, anak-anak dan penduduk non-Yahudi Israel untuk mendengar pembacaan Taurat oleh raja Israel setelah setiap tahun Shmittah. Pertemuan Hakhel berlangsung di Bait Suci di Yerusalem pada hari kedua dari liburan Sukkot (Pondok Daun), ketika semua Israel berkumpul di ibukota.

Persyaratan Alkitabiah untuk melakukan perintah ini tidak kewajiban bangsa Yahudi saat ini karena hanya ketika semua orang Yahudi tinggal di Israel.

Meskipun demikian, ada langkah untuk menghidupkan kembali perintah yang unik ini, setidaknya secara simbolis, yang dimulai pada awal 1900-an oleh Rabbi Elia David Rabinowitz-Teomim dan kemudian Kepala Rabbi Yerusalem, Rabbi Shmuel Salant.

Pada tahun 1945, tahun setelah shmittah itu, upacara resmi Hakhel diadakan untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun. Sejak itu, upacara serupa terjadi setiap tujuh tahun. Upacara akan diadakan tahun ini di Tembok Barat, dengan rabbi kepala Israel, menteri dan politisi yang hadir.

Aaron Domba, penyelenggara tiga peristiwa Hakhel, berbicara pada breaking news Israel tentang pengalamannya pada apa yang dia sebut sebagai upaya menakjubkan yang mencakup lebih dari 20 tahun. “Kami semua datang bersama-sama sebagai satu, sama, seperti yang kami lakukan di dasar Gunung Sinai,” katanya kepada Breaking News Israel.

Menekankan aspek unik dari Hakhel, Domba menunjukkan bahwa perempuan dan anak-anak, secara khusus disertakan, juga warga non-Yahudi Israel, untuk menegakkan perintah Alkitab ini.

“Hal khusus tentang mitzvah ini adalah bahwa setiap orang adalah sama, seperti kami bersama-sama dan sama di Gunung Sinai,” jelasnya kepada Breaking News Israel. “Taurat secara eksplisit mencakup semua orang: pria, wanita, anak-anak, dan non Yahudi. 14 tahun yang lalu, kami mengadakan upacara terpisah sebelumnya di mana 6.000 orang non-Yahudi berkumpul di Tembok Selatan dari Temple Mount untuk memberkati Israel dan berdoa bagi perdamaian dunia. “

Jubilee 5776 – Tahun Yobel 2015

Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. – Yeremia 29:10-11

Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun (Shemitah). Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian (Yom Kippur) kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. … Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram. – Imamat 25:8-19

Tahun Ibrani 5776 ini merupakan Tahun Yobel ke-70, terhitung sejak pertama kali bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua, memasuki Tanah Kanaan (tahun 1416 SM). Atau dapat dikatakan bahwa pada tanggal 23 September 2015 adalah tepat 3.430 tahun (70 kali 7 kali 7 tahun Sabat). (http://windunatha.blogspot.co.id/2015/01/2015-ibrani-5776-tahun-yobel-besar.html)

Melihat dari angka 70 kali 7 kali 7 tahun sabbath, sebenarnya apa arti Sabbath atau arti kata 7, tujuh.

Keluaran 31:15-17
(15) Enam hari lamanya boleh dilakukan pekerjaan, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah ada sabat, hari perhentian penuh, hari kudus bagi TUHAN: setiap orang yang melakukan pekerjaan pada hari Sabat, pastilah ia dihukum mati. (16) Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.(17) Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat.

Sabbath di Perjanjian Lama

Asal Ibrani hari sabbath [t’B; v] , berasal dari kata kerja sabbath, yang berarti berhenti atau untuk menjaga. Makna teologisnya berakar pada perhentian Tuhan setelah enam hari penciptaan (Kej 2: 2-3). Menunjukkan hari ketujuh dalam seminggu, meskipun mungkin kadang-kadang merujuk pada minggu Sabbath (Im 23: 15-16) pada akhir setiap tujuh hari Sabbath atau lima puluh hari, atau tahun Sabbath (Im 25 : 1-7) di mana negeri itu total istirahat.

Menurut kitab Kejadian, Tuhan sendiri beristirahat pada hari ketujuh, sehingga membuatnya suci (Kej 2: 1-2). Untuk orang Yahudi, menjaga kesucian Sabbath adalah mitzvah, atau tugas, di hadapan Tuhan. Pada Perjanjian Lama, hal mengenai Sabbath begitu serius apabila mengotorinya mengakibatkan hukuman mati (Kel 31:14; 35: 2; Bil 15:32).

Kita bisa melihat banyak penjelasan mengenai sabbath dengan angka 7 nya di banyak web, salah satunya di http://www.biblestudytools.com/dictionary/sabbath/

Sabbath di Perjanjian Baru

Pandangan sabbath berubah seiring perjalanan waktu. Pada zaman para rasul, konsep sabat tidak hanya menyatakan sebagai hari perhentian saja tetapi menyatakan keadaan dimana Anak manusia adalah Tuhan atas hari Sabbath

Mat 12: 7-8
(7) Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. (8) Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Kita bisa membaca banyak penjelasannya di banyak web mengenai Yeshua lebih besar dari sabbath itu sendiri, http://www.seedofabraham.net/ysp.html

Lalu apa koneksinya dengan Yobel besar di tahun 2015……

Sabbath Shallom

Pada setiap jumat, orang yahudi sering menyatakan salam kepada orang-orang dengan mengatakan Sabbath Shallom. Sabbath Shalom adalah Salam Ibrani, yang digunakan oleh keturunan Sephardim Timur dan mereka yang mendukung bahasa Ibrani modern. “Shabbat shalom,” yang berarti “Sabat [dari] perdamaian.”
http://www.interfaithfamily.com/holidays/shabbat_and_other_holidays/Shabbat_Shalom_The_Sabbath_Peace_of_Friday_Night–How_Jews_Celebrate_the_Sabbath.shtml
http://www.reformjudaism.org/blog/2014/11/14/shalom-shabbat

Di Yesaya 61:1-11
Tahun Rahmat Tuhan atau Tahun Yobel disampaikan kepada orang yang sengsara, yang remuk hati, kepada orang yang tertawan dan terpenjara. Artinya sebelum sampai pada tahun Yobel banyak sekali kesusahan terjadi.

Kita merasakan pada tahun Shemita di tahun 2014 – 2015 banyak sekali kejadian yang tidak mengenakan. Ada pengungsian, terorisme, banjir besar, Kebakaran besar, gempa bumi besar, dll. Semua orang berada pada posisi sulit, susah, terpenjara, sama persis dengan firmanNya di Yesaya 61.

Juga banyaknya peraturan yang mengikat menyebabkan perbedaan yang besar, sehingga perpecahan antara individu sampai perpecahan negara terjadi. Banyak “perang” dalam bentuk yang lain telah terjadi. Tidak ada jawaban atas perdamaian.

Tetapi tidak selamanya kita berada di bawah. Artinya setelah masa kesulitan ini akan ada perdamaian di muka bumi. Akan ada Tahun Sabbath Shallom. Akan ada penghiburan bagi semua yang berkabung. Ada kegembiraan lagi. Bahkan ada perlindungan dari hari pembalasan Tuhan dan juga menikmati kekayaan bangsa-bangsa.

Untuk sampai pada posisi yang aman tentunya kita harus mengerti. Bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan dua kali dan Roh Kudus selalu bergerak. Setelah Hukum Taurat dibuat, yaitu 10 Perintah Tuhan ada hukum lain yang dibuat Tuhan.

Matius 22:34-40 = Hukum yang terutama (Mr 12:28-34; Luk 10:25-28)
(36) Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat? (37) Jawab Yeshua kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. (38) Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. (39) Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.(40) Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Artinya diatas peraturan lama Tuhan membuat peraturan yang baru sesuai dengan kondisi saat itu. Juga dengan Tahun Yobel 2015 ini. Tuhan Pencipta membuat hal yang baru. Dimana sekali lagi peraturan yang lama tidak batal, peraturan yang baru menguatkan yang lama.

Lalu peraturan yang mana yang harus kita pakai di Tahun Yobel 2015 ini?

Kisah Rasul 4:12

Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Artinya kita harus memanggil Nama Tuhan pencipta dengan nama yang benar walaupun dengan agama apapun, suku bangsa manapun, gender apapun, besar ataupun kecil, kuat atau lemah, dll. Maka keselamatan itu ada pada kita dan kita terhindar dari hari pembalasan Tuhan (Yes 61:2b)

Mengapa begitu? karena Tuhan tahu, begitu sulitnya manusia untuk melaksanakan semua peraturan lama yang sudah Dia berikan. Manusia selalu jatuh dalam dosa .. jatuh lagi dan jatuh lagi.. Oleh karena itu kemudahan di bukakan Tuhan supaya manusia dapat mendekat kepada Tuhan Pencipta. Yaitu Perdamaian antara manusia dengan Tuhan yang diberikan dengan hanya memanggil Nama Tuhan yang benar.

lalu…

Siapa Kah TUHAN yang harus di panggil untuk menyelamatkan kita dari Hari Tuhan?

Dialah Alpha Omega, yang awal dan akhir, NamaNya dari dahulu sampai sekarang sama. Yang dulu disebut kepada para umat, para nabi, dengan nama singkatan Tetragramaton. Yang sekarang pada akhir zaman NamaNya di dengungkan dengan Nama yang benar tanpa perubahan kata sedikitpun, oleh anak-anakNya.

Selamat memasuki Tahun Yobel 2015.

Pakailah dengan Nama yang benar sehingga kita selamat dari Hari Tuhan..

Puji Yeshua…