44 Hari Menuju Kerajaan Anak dan Kunci Hamasiakh

Tanggal 7/8 Agustus 2017 kita tahu terjadi Gerhana Bulan Partial/ Sebagian dan Bulan Purnama di bulan Agustus 2017.

Kalau kita hitung dari tanggal 7/8 Agustus 2017 sampai Yom Teruah 21 September 2017.. terdapat 44 hari di dalam rentangnya.. sedangkan angka 4 itu sendiri dari huruf Ibrani  adalah Daleth.

 

Daleth adalah Pintu.

Fungsi pintu adalah membuka dan menutup. Bila pintu di buka maupun ditutup harus ada yang melakukannya. Pintu di buka dengan Kunci, pintu yang tertutup dan terkunci harus dibuka oleh orang yang mempunyai kunci. Dia adalah orang yang di urapi,  yang diberi kuasa oleh Pencipta untuk memegang kunci, yaitu Hamasiakh. Hamasiakh diberikan wewenang untuk membuka bahkan menutup semua pintu. Pintu berkat, pintu kemuliaan, pintu harta, pintu penghakiman, pintu Hades, dll.

 

Kunci dalam huruf Ibrani mempunyai angka:

Strong’s Number H4668

Dibaca dalam bahasa Ibrani/Hebrew מַפְתֵּחַ ( maphteach)

Kata Kunci itu sendiri muncul 3 kali dalam Firman.

1. Hakim-Hakim 3:25

Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.

Jdg 3:25 And they tarried till they were ashamed: and behold, he opened not the doors of the parlour; therefore they took a key, H4668 and opened them: and, behold, their lord
was fallen down dead on the earth.

2. 1 Tawarikh 9:27

Mereka bermalam di sekitar rumah Tuhan, itu sebab mereka bertanggung jawab atas penjagaan dan harus membuka pintu setiap pagi.

1Ch 9:27 And they lodged round about the house of God, because the charge wa upon them, and the opening H4668 there of every morning pertained to them.

3. Yesaya 22:22

Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Isa 22:22 And the key H4668 of the house of David will I lay upon his shoulder; so he shall open, and none shall shut; and he shall shut, and none shall open.

 

Dari waktu yang 44 hari ini menuju Yom Teruah dan Tanda Langit atas kelahiran Kerajaan Anak..akan diawali dengan di bukanya dan ditutupnya pintu-pintu.. pintu berkat, pintu penghakiman, pintu maut, dll..dimana kunci hanya di buka oleh Putera Yeshua pada manusia.

Artinya hanya Hamasiakh/Putera yang akan membuka pintu atas manusia yang mempunyai tanda Yeshua di dahi DAN menutup pintu-pintu atas manusia yang mempunyai tanda 666 di dahi. Dapat kita lihat di Yesaya 22:22 dimana Bapa Yeshua memberikan kunci keluarga Daud (kunci RAJA) ke atas bahu Putra Yeshua/HaMasiakh. Artinya hanya Putera yang diberi kuasa RAJA oleh Bapa Yeshua untuk membuka atau mengunci, apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

 

Perjanjian atas “hari ini” akan dimulai seiring dengan 1 Tawarikh 9:27..

Ibrani 4:7
Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

Pelayanan nama Pencipta yang Benar Yeshua akan di mulai pada setiap Bait Elohim atau pada setiap jiwa-jiwa manusia per hari ini setiap pagi bagi yang tunduk taat dan sepakat dengan Bapa Yeshua.. Dimana Yeshua akan akan berbicara setiap pagi kepada setiap manusia yang memakai materai Yeshua per hari ini.

Pintu Keselamatan terbuka atas mereka yang mau memakai nama Yeshua di dahi mereka. BUKAN DENGAN NAMA LAIN DENGAN ALASAN APAPUN. Oleh karena itu seperti kata Ibrani 4:7 .. jangan mengeraskan hati..

Juga kita akan melihat jiwa-jiwa yang mati yang terkurung oleh tanda 666 akan di hakimi dengan terbukanya pintu penghakiman..Hakim-Hakim 3:25..Hal ini tidak lagi terjadi di alam roh tetapi akan terjadi secara fisik. Diawali penghakiman bagi raja-raja dunia, yaitu pembesar-pembesar, artis, ahli politik, ahli hukum, bupati, dll… yaitu semua manusia yang mempunyai level raja.. sampai ke rakyat jelata… Pintu Penghakiman pada semua orang yang mengeraskan hati.

 

Puji Yeshua..

 

Amien..!!

Advertisements

“The Seven Noahide Laws”

  1. Acknowledge that there is only one G‑d who is Infinite and Supreme above all things. Do not replace that Supreme Being with finite idols, be it yourself, or other beings. This command includes such acts as prayer, study and meditation.
  2. Respect the Creator. As frustrated and angry as you may be, do not vent it by cursing your Maker.
  3. Respect human life. Every human being is an entire world. To save a life is to save that entire world. To destroy a life is to destroy an entire world. To help others live is a corollary of this principle.
  4. Respect the institution of marriage. Marriage is a most Divine act. The marriage of a man and a woman is a reflection of the oneness of G‑d and His creation. Disloyalty in marriage is an assault on that oneness.
  5. Respect the rights and property of others. Be honest in all your business dealings. By relying on G‑d rather than on our own conniving, we express our trust in Him as the Provider of Life.
  6. Respect G‑d’s creatures. At first, Man was forbidden to consume meat. After the Great Flood, he was permitted – but with a warning: Do not cause unnecessary suffering to any creature.
  7. Maintain justice. Justice is G‑d’s business, but we are given the charge to lay down necessary laws and enforce them whenever we can. When we right the wrongs of society, we are acting as partners in the act of sustaining the creation.

 

http://www.chabad.org/therebbe/article_cdo/aid/62221/jewish/Universal-Morality.htm

Yang paling Krusial, Tahap Terakhir Sebelum Mesias

“Dan kamu akan menjadi kepada-Ku kerajaan imam, dan bangsa yang kudus.”         Keluaran 19: 6 (The Israel Bible ™)

Rabbi Alon Anava, seorang pembicara yang inspirasional, memberikan pelajaran minggu lalu di Safed (Tzfat) pada ulang tahun tanggal 23 kematian Rabbi Menachem Mendel Schneerson. Dalam khotbahnya, Rabbi Anava mengungkapkan tahap terakhir yang paling penting sebelum kedatangan Mesias adalah: bagi orang Yahudi untuk mengajar Tujuh Hukum Nuh kepada bangsa-bangsa.

Salah satu pemimpin terbesar Yahudi dari abad ke-20 dan pemimpin spiritual dari Chabad Lubavitch cabang Yudaisme Hasid, Rabbi Schneerson, yang adalah pemimpin Taurat yang mencapai lebih dari target untuk membawa Moshiach (Mesias). Selama hidupnya, Rabbi Schneerson mengirim utusan ke seluruh dunia untuk mendidik dan menginspirasi orang untuk datang dekat dengan Tuhan.

Membawa turun ajaran nya, Rabbi Anava menyatakan bahwa Rabbi Schneerson percaya langkah akhir  sebelum Moshiach adalah bergantung pada satu hal: Orang-orang Yahudi mengajarkan Taurat kepada Orang-orang yang bukan Yahudi.

“Kami tahu apa yang kita perlu sebagai orang-orang Yahudi untuk membawa penebusan, dan sebenarnya, kita sudah Mencapai kuota yang diinginkan,” Rabbi Anava menjelaskan. “[Rabbi Schneerson] mengatakan,” Kami semua siap. Semua yang diperlukan adalah untuk memoles tombol. ‘ “

“Tahukah kau apa yang hilang?” Rabbi Anava berkata secara retorikal  “Negara-negara di dunia.”  Sekarang, yang kita perlukan adalah beberapa miliar orang dari bangsa-bangsa untuk menjadi bagian dari penebusan. “

Rabbi Anava mengutip sumber alkitab yang mewajibkan orang-orang Yahudi untuk mengajarkan kepada orang-orang non-Yahudi.
Tuhan berfirman:

‘Hal ini Terlalu sedikit engkau akan menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub, dan untuk mengembalikan keturunan Israel; Juga saya akan memberikan kepadamu cahaya untuk bangsa-bangsa, bahwa keselamatan yang dari pada-Ku sampai akhir bumi “(Yesaya 49: 6).

Rabi Schneerson dikenal jutaan orang yang berkiblat padanya sebagai pencerah, dia menjadi ketua gerakan Chabad pada tahun 1950 ketika ayah mertuanya meninggal. Pada awal 1980-an, ia mulai mendesak para pengikutnya untuk menyebarkan pengajaran tentang hukum Tujuh Nuh kepada orang-orang non-Yahudi.

“Di sinilah kebanyakan orang, yang sebagian besar pemimpin generasi kita gagal,” penjelasan Rabbi Anava. “Orang-orang Yahudi telah mencapai kapasitas kita. Sekarang, kita memiliki tanggung jawab membawa kesadaran kepada dunia, dan kami gagal dalam besaran-waktu.”

Gerakan Chabad benar-benar pengecualian untuk pernyataan Rabbi Anava ini. Hari ini, lebih dari 3.500 Lembaga Chabad Lubavitch ada di lebih dari 85 negara di enam benua. Selain memberikan pelayanan dan pendidikan kepada orang-orang Yahudi, Lembaga ini aktif dalam menjangkau orang-orang yang bukan Yahudi.

Rabbi mencatat ada tradisi Yahudi di mana orang-orang Yahudi di Gunung Sinai menerima Taurat tanpa syarat, mengamati perintah-perintah dengan pemahaman bahwa mereka akan belajar dan memahami mereka lebih lengkap di kemudian hari. Hal ini dimaksud dalam teologi Yahudi naaseh v’nishmah (akan kita lakukan dan kita akan dengarkan).

Dan semua orang menjawab bersama-sama, dan mengatakan:

‘Semua yang Hashem  firmankan kita akan lakukan’ Keluaran 19: 8

Rabbi Anava jelaskan bahwa menurut tradisi Yahudi, penerimaan ini pada tujuh perintah-perintah yang paling dikenal dari Hukum Tujuh Nuh. Ketika Israel menerima ini di Sinai, semua bangsa lain hadir juga.

“Itu terjadi ketika kita berada di barisan depan karena kami mendapat informasi dalam rangka untuk memberikan lebih,” rabbi berkata dengan agak bercanda.
Rabbi Anava menjelaskan bahwa Taurat diberikan kepada orang Yahudi tetapi, menurut tradisi Yahudi, itu sebenarnya tidak secara eksklusif milik siapa pun.

Talmud menjelaskan Bahwa Tuhan memberikan Taurat di gurun karena gurun didisain oleh hukum Taurat sebagai hefker Makom (tempat tanpa pemilik). Taurat tidak diberikan di Tanah Israel untuk itu berarti semata-mata untuk orang Yahudi di Tanah Israel. Rabbi menjelaskan bahwa bagi orang Yahudi untuk mengatakan Taurat adalah ‘milikku’, bertentangan antara konsep sepenuhnya, dengan penggunaan Taurat.
“Hal ini seperti seorang anak meraih mainan yang bukan milik dia,” Rabbi Anava menjelaskan.

Dia mencatat bahwa sejarah hubungan antara Yahudi dan Kristen membuat tujuan ini sulit. “Ketika orang mengatakan ‘Kami selalu dianiaya dan dibunuh’, saya bisa mengerti,” kata Rabbi Anava. “Ada jutaan orang Yahudi yang bahkan tidak tahu bagaimana mengatakan Shema (doa menyatakan keEsaan Tuhan). Ini adalah tanggung jawab kita untuk menginspirasi mereka. Tapi kami memiliki kewajiban yang lebih besar untuk pergi keluar dan menginspirasi dunia untuk mengikuti tujuh hukum Nuh. “

Rabbi Anava sering memberikan kuliah tentang pengalaman mendekati kematiannya sendiri dan bagaimana itu mempengaruhinya kembali ke Taurat. Dalam kuliahnya pekan lalu, yang ditanyakan oleh orang non-Yahudi mengenai pengalaman dekat kematian. Si penanya bertanya apakah rabbi jika, Ketika ia berada di surga, apakah mereka mengatakan kepadanya ia harus mengikuti  Yudaisme secara khusus.
“Di surga, mereka tidak menyebutkan kata Yudaisme,” kata Rabbi Anava. “Mereka berbicara hanya dari Taurat dan Taurat dipunyai oleh semua orang.”

Rabbi mencatat bahwa kewajiban mengajarkan Taurat memerlukan pengetahuan tentang keYahudian untuk mendekati setiap orang  dan bertanya, ’Apakah anda Yahudi?’. Jika jawabannya adalah’ya’, mereka harus membantunya dengan perintah-perintah yang khusus untuk orang-orang Yahudi. Tetapi jika jawabannya ‘Tidak’, rabbi mencatat bahwa tahap tambahan diperlukan. “Pertanyaannya  ‘Apakah Anda manusia?’’ Rabbi Anava mengatakan. “Jika mereka manusia, Anda harus mengajarkan mereka tentang hukum Nuh.

https://www.breakingisraelnews.com/90741/the-most-crucial-last-stage-before-messiah/#c08GPYhvAscA6sMz.97

Petir Sebagai Tanda Mesias

 

Job 37:3,4

Ia melepaskan ke seluruh kolong langit, dan juga kilat petir-Nya ke ujung-ujung bumi. Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; ia tidak menahan kilat petir, bila suaraNya kedengaran.

Suasana petir sering dinyatakan dalam alkitab, Alkitab katakan secara jelas di mazmur bahwa kilat petir, menyatakan kebenaran dalam akhir zaman.

Psalms 97:4

Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

 

Rabbi Yosef Berger menyatakan bahwa pesan dari adanya petir diberikan kepada semua orang, tidak hanya pada orang Yahudi saja. Orang yang melakukan segala sesuatu melawan Yeshua, dengan adanya tanda petir akan berarti hukuman.

Seperti petir yang sangat kuat di Gunung Sinai tidak berarti mencelakanmu. Di akhir zaman kilat mempunyai tujuan tertentu, kata sang Rabbi. Untuk orang-orang yang mengenal Elohim Abraham, hal ini seperti alarm, membangunkan mereka. Menyatakan mereka supaya bersiap-siap akan apa yang terjadi.

www.breakingisraelnews.us7.list-manage2.com

Salah satu kejadian adalah besarnya petir di England beberapa hari yang lalu. Dimana 120.000 petir menyambar dalam 12 jam. Hal ini menandakan sesuatu akan terjadi. Dimungkinkan sebagai isyarat bahwa British adalah target dari kebangunan sebelum Messianik.

Peristiwa ini juga mengingatkan kami ketika melakukan pelayanan nama Yeshua atau kejadian yang berkaitan dengan nama Yeshua. Petir sering terjadi disaat mereka tidak menghargai kami, menolak kami, atau melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab baik di dalam fisik maupun roh.

Peristiwa-peristiwa tersebut membuat kami semakin bulat dan percaya bahwa YESHUA adalah Bapa Kami yang benar yang adalah Elohim dari segala tuhan yaitu Pencipta yang satu.

HaleluYeshua

Messiah Ben David and Messiah Ben Joseph 

“And He said unto me: ‘Son of man can these bones live?’ And I answered: ‘O Lord G-D Thou knowest.’” Ezekiel 37:3 (The Israel Bible™)

Israel Independence Day comes directly after Memorial Day, in a logical arrangement that one rabbi says reflects the two-stage process of Messiah embodied in the State of Israel.

Rabbi Shimon Apisdorf, a prominent Jewish educator and bestselling author, believes it is not a coincidence that Memorial Day directly precedes Independence Day .

According to Jewish tradition, there are two stages in the Messiah:

Moshiach ben Yosef (Messiah from the House of Joseph) and Moshiach ben David (Messiah from the House of David). Moshiach ben Yosef is a natural, physical process building up the practical aspects of Israel.

Rabbi Apisdorf explained that these two stages are reflected in the Vision of the Dry Bones described in chapter 37 of Ezekiel. The beginning of the vision describes scattered bones.

So I prophesied as I was commanded; and as I prophesied there was a noise and behold a commotion and the bones came together bone to its bone.

Ezekiel 37:7

“This part of the vision is a process of bringing the bones together, binding them in the flesh,” explained Rabbi Apisdorf. “This describes Messiah from the House of Joseph. The first vision represents the Jews in exile, when we were like individual bones with no sense of being part of a whole. For the Jewish people, exile is a boneyard.”

Bringing the bones together, the rabbi explained, is the ingathering of the people and the necessary practical arrangements that needed to be made. In the years leading up to 1948 and for many years after, this effort was spearheaded by secular Zionists, who farmed the land and fought in the IDF.

“This is the first stage, the secular Zionists, who, like Joseph in Egypt, provided a physical home for the Jews: food, shelter,and protection,” Rabbi Apsidorf explained. “The Jews who died in this process, of reconstituting the dry bones, physically building up and defending the country, were the embodiment of Moshiach ben Yosef.”

The rabbi then explained that the second vision described in Ezekiel is of a spirit entering the now-reconstituted bodies.

So I prophesied as He commanded me and the breath came into them and they lived and stood up upon their feet an exceeding great host.

Ezekiel 37:10

This, the rabbi explained, is a spiritual, internal process.

“The second stage is when the spirit, that has always been there, becomes apparent in all its glory,” Rabbi Apisdorf said. “This process, Moshiach ben David, emphasizes the spiritual. Without the first stage, the spiritual stage will not happen.”

According to tradition, Moshiach ben David is a spiritual process culminating in the Third Temple and the Davidic Dynasty. This, the rabbi said, is contained within Independence Day. The sages teach that the redemption from the third exile, which many believe we are now experiencing, will, unlike the previous two redemptions, never end.

“Moshiach ben Yosef is the seed that contains everything that follows,” said Rabbi Apisdorf. “It’s all there. This was what was happening in the first years of Israel. By looking back on Memorial Day, at Moshiach ben Yosef, at those who fell building up the country, we can see our future geula (redemption), our Moshiach ben David that will be true independence, must inevitably be.”

https://www.breakingisraelnews.com/87469/rabbi-memorial-day-independence-day-transition-model-two-stage-messiah-process/#aSrxmIJe1Dfrlm5z.97

 

Rabbi Shimon Apisdorf, a prominent Jewish educator and bestselling author, explained that the stages represent a process, not individuals.

“There will certainly be a King of Israel from the House of David, but that person is the final conclusion of the process and period of time called Moshiach Ben David,” he said.

Rabbi Apisdorf identifies the modern period of Moshiach Ben Yosef with Rabbi Avraham Isaac Kook, the first Ashkenazi chief rabbi of Israel and possibly the single most renowned and respected Zionistic rabbi to ever live in the state. In 1904, when Rabbi Kook eulogized Theodore Herzl, the founder of modern Zionism, he referred to Herzl, a secular Jew, as the “beginnings of the Moshaich Ben Yosef”, and referred to the State of Israel as embodying Moshiach Ben Yosef, noting the similarities between the modern state and the Biblical character of Joseph.

“Joseph was the provider sent by God to save many from starvation, who sustained Jacob and his sons materially when they came to Egypt looking for grain, so in future generations, the descendants of Joseph would develop the material side of Jewish national existence,” Rabbi Kook wrote in his eulogy.

“Joseph was swallowed up by the nations, and was fluent in seventy languages. This last point symbolizes the connection between Israel and all the nations of the world we see today.”

Rabbi Shimon Apisdorf assigned a specific beginning point to Moshiach Ben Yosef by noting a remarkable coincidence. He explained that the day that Rabbi Kook arrived in Israel, the 28th day of the Hebrew month of Iyar (May 13th 1904), became Jerusalem Day, the day Jerusalem was unified, precisely 63 years later. Jerusalem and the Third Temple are essential to the second stage of the Messiah: Moshiach Ben David.

“It seems clear to me that the period of Moshiach Ben David began on the day Rabbi Kook stepped onto the soil of the Holy Land,” Rabbi Apisdorf said.

Rabbi Apisdorf believes that Peres’ death signaled the transition point when the period of Moshiach Ben Yosef ended and the period of Moshiach Ben David took prominence. The rabbi expressed this historical process in spiritual terms.

“I sense that the period of Moshiach Ben Yosef ended with the burial of Shimon Peres, the last of the founding fathers of the state that embodied that process [of creating the state],” Rabbi Apisdorf said. “This is an unmistakable historic shift, and, remarkably, it was as if the whole world acknowledged this by running to Jerusalem to be present for that Messianic shift.

“If this is true, then beginning this past Shabbat, and then as the New Year began, the transition period ended, and we are now solely in the period of Moshiach Ben David,” explained Rabbi Apisdorf

//www.breakingisraelnews.com/76668/death-israels-last-founding-father-usher-messianic-era-joseph/#YXEd4Z1

Woman Clothed with the Sun

On September 23, 2017 there will be a once in a lifetime sign in the heavens with an alignment of the planets to Virgo the virgin and Leo the lion which has never occurred since around 3 bc during the birth of the Yeshua Ha Masiakh !

On September 23, 2017 the sun will be covering Virgo the virgin and the moon will be at her feet, both will be aligned with Mercury, Venus and Mars in the 9 star constellation Leo the Lion, which sits on her head creating a crown of 12 stars, Jupiter a sign of the king will then appear from her hips as if it was born from her. This is a sign of Trouble as travail coming to the church and the world in the year 2017!

Three days after this alignment on 9/23/17, Virgo is “clothed with the sun,” the moon is now under her feet, and above her head are 3 planets—Mercury, Mars, and Venus, which are in alignment with the star Regulus in Leo. The 9 stars of Leo and the 3 aligning planets make the crown of 12 stars. Thus this alignment meets the criteria of the Rev. 12 sign and is similar to the 3 BC alignment, but as mentioned above the meaning of the alignments at this date points to The Son of Man Coming. Interestingly enough this alignment occurs the day after Rosh Hashanah on the day of Shabbat Shuvah—the Sabbath of Return. Thus I believe the Revelation 12 celestial alignment on this day is another piece of prophetic data pointing to a possible 2017 The coming of Masiakh (Yeshua Son).

So there we have it, the sign of Revelation 12 in the sky above Jerusalem on special days, of which in their alignments and their meanings point to the Coming of Yeshua Son; the first pointing to the birth of the King of Kings- Father Yeshua – and the Second pointing to the bright and morning star –Yeshua Son– becoming the King over the earth, which I also believe is alluded to in Revelation 22.

HaleluYeshua..

                      ==========

Pada 20 November 2016, planet Yupiter memasuki “ rahim” konstelasi Perawan Virgo, di mana ia tetap berada di dalamnya selama tepat 42 minggu, yakni lamanya periode persis masa kehamilan bayi manusia. Kehamilan 42 minggu ini menarik, jika dihubungkan dengan 42 generasi dari Abraham sampai Messias (Matius 1:17) dan 42 bulan yang membentuk paruh pertama dan paruh kedua Masa Kesusahan ( Wahyu 11:2, Wahyu 13:5, Daniel 7:25).

Supaya Yupiter tetap berada di dalam rahim Virgo selama persis 42 minggu, ia melakukan apa yang dinamakan “ gerakan maju mundur” (retrograde) di dalam rahim konstelasi ini. Planet ini nampak melakukan gerakan melingkar di dalam rahim selama waktu ini sebelum keluar dari “ saluran kelahiran” Virgo pada tanggal 9 September 2017.

Tanda Wahyu 12 digenapi dalam ayat 5 sesudah Anak laki-laki ini dilahirkan, dan demikian juga dua minggu sesudah Yupiter keluar dari rahim Virgo, ia bergerak turun melalui “saluran kelahiran” dan tanda besar ini lengkap terbentuk di langit. Bisa dikatakan bahwa perempuan ini mengalami sakit bersalin selama dua minggu sementara bayi itu bergerak keluar dari rahim dan melewati saluran kelahiran. Perlu diingat, masa “ Tribulasi” atau “Kesusahan Besar” (Yunani: thlipsis megale) juga memiliki arti “sakit bersalin“.

Matius 24:30 (ILT) Dan pada waktu itu tanda (Yunani: semeion) Anak Manusia akan tampak di langit, dan kemudian semua suku-suku di bumi akan meratap …

Wahyu 12:1 menyebutkan bahwa “perempuan berselubungkan matahari” ini merupakan “ tanda besar” (Yunani: semeion mega), dan bukan hanya sekedar “tanda“. Satu-satunya kesempatan terjadinya kesejajaran benda-benda langit seperti digambarkan dalam Wahyu 12:1-2 di masa depan adalah pada tanggal 23 September 2017. Pencarian 150 tahun sebelum dan 150 tahun sesudah 23 September 2017, tidak menemukan lagi kesejajaran yang seperti ini. (Kesempatan serupa terjadi pada saat kelahiran Messias Yeshua pada tanggal 11 September 3 SM). Dan peristiwa ini bertepatan dengan Hari Raya Peniupan Sangkakala (Yom Teru’ah) di Israel, yang juga dikenal sebagai Rosh Hashanah, tahun baru Yahudi. Bulan baru akan muncul di langit malam pada tanggal 23 September 2017.

Galatia 4:19.

Galatia 4:19 (ILT3) Anak-anakku, demi kamu aku menderita sakit bersalin lagi sampai rupa Messias dibentuk di dalam kamu

                       Amien…

Orang-Orang Bijaksana

Orang-orang bijaksana dalam Daniel 11:33 adalah orang-orang yang diurapi atau Ha Masiakh atau Messias. Pada masa Double Yobel ini yaitu tahun 5776 dan 5777, Ha Masiakh  sebenarnya sudah hadir. Kita banyak membaca di banyak web dan tulisan bahkan nubuatan-nubuatan kalau mereka sudah hadir. Salah satunya di nubuatkan oleh Rabi-Rabi Yahudi.. Orang-orang bijaksana ini masih menunggu waktu untuk muncul di publik secara terang terangan … Saat ini mereka masih berada di akhir dari Zaman Akhir.. belum tiba waktunya, yaitu Zaman Mesianik.. belum sampai..

Lalu apa yang terjadi dengan orang-orang bijaksana ini….

Seperti dalam Daniel 11:33 .. Saat ini Hamasiakh mengajar banyak orang tentang siapa pencipta langit dan bumi yang ESA yang mempunyai Nama.. yaitu YESHUA.. Juga banyak membuka pintu kebenaran terhadap kebingungan dari manusia atas kesalahan doktrin yang telah terlalu lama berkarat di bumi ini yang dibuat iblis.

Akibat dari pelayanan Nama ini mereka tersandung oleh pedang dan api. Pedang dan api adalah penghakiman yang harus mereka lakukan terhadap manusia yang tidak mau mengakui atau menerima atau bahkan menghina nama Yeshua sebagai Tuhan Pencipta Langit dan Bumi yang Satu. Akibatnya mereka diasingkan dari gereja-gereja dan  hak-hak  mereka sebagai manusia dirampas oleh orang-orang tersebut.. sampai waktu nya tiba.. yaitu Zaman Mesianik… 2 Edras 16:72

Saat orang-orang bijaksana ini tersandung oleh pedang dan api terjadilah juga penyaringan pembersihan pemurnian atas mereka sendiri …Daniel 11:35.. Sehingga mereka murni 1000karat pada saatnya mereka masuk Zaman Mesianik untuk memimpin dunia ini.

 

Matius 24:9-14 (ILT)

9. Kemudian mereka akan menyerahkan kamu ke dalam kesukaran (Yunani: thlipsis; tribulasi, tekanan, penganiayaan, kesukaran, kesusahan), dan mereka akan membunuh kamu dan kamu akan dibenci oleh semua bangsa karena Nama-Ku,

10. dan pada waktu itu banyak orang akan tersandung dan mereka akan mengkhianati seorang terhadap yang lain dan akan membenci seorang terhadap yang lain.

12. Dan siapa yang bertahan sampai kesudahannya, dia akan diselamatkan.

13. Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan ke seluruh dunia sebagai kesaksian bagi semua bangsa, dan kemudian akan datang kesudahannya (Akhir).”

Matius 10:21-22 (ILT)

21. Adapun saudara akan menyerahkan saudaranya kepada kematian, dan ayah, anaknya; dan anak-anak akan bangkit melawan para orang tua dan akan membunuh mereka.

22. Dan kamu akan dibenci oleh semua orang karena Nama-Ku; tetapi yang bertahan sampai akhir, ia akan diselamatkan.

Daniel 11:33,35 (ILT)

33. Dan orang-orang yang bijaksana di antara umat itu akan mengajar banyak orang. Namun mereka akan tersandung oleh pedang dan nyala api, oleh pengasingan dan perampasan, beberapa waktu lamanya.

35. Dan sebagian dari orang-orang yang bijaksana itu akan tersandung, untuk menyaring, membersihkan dan memurnikan mereka sampai pada akhir zaman. Sebab akhir zaman itu masih belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.

2Esdras 16:70-76

70. Karena di banyak tempat-tempat dan di kota-kota yang berdekatan akan ada kerusuhan besar terhadap mereka yang takut akan YHWH.

71. Mereka akan seperti orang-orang gila, tidak mengasihani siapa pun, tapi menjarah dan menghancurkan mereka yang senantiasa takut akan YHWH.

72. Karena mereka akan menghancurkan dan menjarah barang-barang mereka, dan mengusir mereka keluar dari rumah-rumah mereka.

73. Maka kualitas pengujian orang-orang pilihan-Ku akan menjadi nyata, seperti emas yang diuji oleh api.

74. “Dengarlah, orang-orang pilihan-Ku,” firman YHWH. “Lihatlah, hari-hari kesengsaraan sudah dekat, dan Aku akan membebaskan engkau dari padanya.

75. Jangan takut atau bimbang, karena Elohim adalah penuntunmu.

76. Engkau yang memelihara perintah-perintah dan peraturan-peraturan-Ku,” firman YHWH Elohim, “jangan biarkan dosa-dosamu menarik engkau jatuh, atau kejahatan-kejahatanmu menang atasmu.”

Kitab Henokh 50:1-2

  1. Dan pada hari-hari itu akan ada perubahan bagi orang kudus dan yang dipilih, dan terang hari-hari akan berdiam atas mereka, dan kemuliaan dan kehormatan akan beralih kepada orang kudus.
  2. Dan pada hari kesusahan, murka akan terkumpul di atas orang-orang berdosa, tetapi orang benar akan berkemenangan di dalam nama TUHAN segala Roh; dan Dia akan menunjukkannya kepada yang lain, supaya mereka bertobat, dan menghentikan perbuatan tangan mereka.

knowledge will Greatly increase

(4) But as for you, Daniel, conceal these words and seal up the scroll until the end of time. Many will go back and forth and search anxiously [through the scroll], and knowledge [of the purpose of God as revealed by His prophets] will [greatly] increase.”

Daniel 12:4

 

Body’s stem cells lead to tooth regeneration

People who have lost some or all of their adult teeth typically look to dentures, or more recently, dental implants to bridge the gap between a toothless appearance.

But this appearance can have a host of unsettling psycho-social ramifications and a tooth-filled grin that is not without pain and discomfort.

Despite being the preferred treatment for missing teeth today, dental implants can fail and have no ability to “remodel” with surrounding jaw bone, which undergoes necessary and unavoidable changes throughout a person’s life.

But a new technique pioneered in the Tissue Engineering and Regenerative Medicine Laboratory of Dr. Jeremy Mao, Edward V. Zegarelli Professor of Dental Medicine, and a professor of biomedical engineering at Columbia University, can orchestrate the body’s stem cells to migrate to three-dimensional scaffold that is infused with growth factor. This can yield an anatomically correct tooth in as soon as nine weeks once implanted in the mouth.

“These findings represent the first report of regeneration of anatomically shaped tooth-like structures in vivo,  and by cell homing without cell delivery,” Dr. Mao and his colleagues said in the paper.

“The potency of cell homing is substantiated not only by cell recruitment into scaffold microchannels, but also by regeneration of a putative periodontal ligaments newly formed alveolar bone.”

Dental implants usually consist of a cone-shaped titanium screw with a roughened or smooth surface and are placed in the jaw bone. While implant surgery may be performed as an outpatient procedure, healing times vary widely and successful implantation is a result of multiple visits to certified clinicians, including general dentists, oral surgeons, prosthodontists and periodontists.

Implant patients must allow two to six months for healing and if the implant is installed too soon, it is possible that the implant may move which results in failure. The subsequent time to heal, graft and eventually place a new implant may take up to 18 months.

The work of Dr. Mao and his laboratory, however, holds manifold promise: a more natural process, faster recovery times, and a harnessing of the body’s potential to regrow tissue that will not give out and could ultimately last the patient’s lifetime.

By homing stem cells to a scaffold made of natural materials and integrated in surrounding tissue, there is no need to use harvested stem cell lines, or create a an environment outside of the body (e.g., a Petri dish) where the tooth is grown and then implanted once it has matured.

The tooth instead can be grown “orthotopically,” or in the socket where the tooth will integrate with surrounding tissue in ways that are impossible with hard metals or other materials.

“A key consideration in tooth regeneration is finding a cost-effective approach that can translate into therapies for patients who cannot afford or who aren’t good candidates for dental implants,” Dr. Mao said. “Cell-homing-based tooth regeneration may provide a tangible pathway toward clinical translation.”

This study is published in the Journal of Dental Research, a top journal in the field of dentistry.

This research was supported by NIH ARRA Funding via 5RC2 DE020767 from the National Institute of Dental and Craniofacial Research.

dental.columbia.edu/.

www.dentistryiq.com/index/display/article-display/8259726870/articles/dentisryiq/industry/2010/05/biolux-osseopulse.html.

http://www.healthyfoodhouse.com/stem-cell-dental-implants-grow-new-teeth-in-your-mouth/

https://www.youtube.com/watch?v=OCkywYanYGk

New York – Iran – Repentance – 16 February 2017

Netanyahu, Trump news conference

President Donald Trump has announced that US Middle East policy is no longer wedded to the two-state solution.

Speaking at a joint press conference at the White House, at the conclusion of his meeting with PM Netanyahu, the American President said he doesn’t care whether a peace agreement is based on a one state or two state solution, as long as it works. “I’m looking at two states and one state. I am very happy with the one that both parties like. I thought for a while the two state might be easier to do, but honestly if Bibi and the Palestinians, if Israel and the Palestinians are happy, then I am happy with the one they like the best,” Trump said.

He also said that both parties understood that any peace agreement entails compromise from both sides.

The press conference…

12:33 p.m. The president said that the Israelis are going to have to show new flexibility if they want to achieve a peace agreement. He said there’s “no way” a deal can be made if they can’t acknowledge Israel’s existence.

12:28 p.m. Mr. Trump said he’s open to a two-state or one-state solution as part of a peace deal. 

“I like the one that both parties like,” he said. “I can live with either one.”

As far as his promise to relocate the U.S. embassy in Israel from Tel Aviv to Jerusalem, Mr. Trump said, “I’d love to see that happen. We’re looking at it very, very strongly. We’re looking at it with great care.”

Netanyahu said that there are two prerequisites for a peace agreement with the Palestinians, which is that they must recognize the Jewish state and that Israel must be able to keep security control of the West Bank. The prime minister is the reason why they don’t have peace is because Palestinians consistently call for the destruction of Israel.

Netanyahu said that he’s interested in a “regional approach from involving our newfound Arab partners in pursuit of a broader peace and peace with the Palestinians.”

12:23 p.m. Both leaders were asked about their positions on Iran, Flynn and their positions on West Bank settlements. Mr. Trump called Flynn, who resigned as his national security adviser on Monday night, wonderful and that he was treated “very, very unfairly by the media,” which he then called “the fake media.”

The president said that he asks Israel to “hold back on settlements for a little bit.”

Netanyahu said, “We’ll try,” and Mr. Trump said that didn’t sound too optimistic.

12:20 p.m. Netanyahu thanked Mr. Trump for the ‘truly warm hospitality” and said, “I deeply value your friendship.”

“Israel has no better ally than the United States and I want to assure you that the United States has no better ally than Israel. Our alliance has been remarkably strong, but under your leadership, I’m confident it will get even strong,” the prime minister said.

Netanyahu said he hopes to work closely with the U.S. on enhanced security and cyber programs.

He said that both of their nations are under attack “by radical Islamic terror” and that Mr. Trump has shown great courage in confronting that problem.

“Under your leadership, I believe we can reverse the rising tide of radical Islam…Israel stands with you and I stand with you,” Netanyahu said.

12:15 p.m. The president said he has welcomed his “friend” Netanyahu to the White House. He said his visit represents their nations’ “unbreakable bond” and that their shared values have advanced freedom and peace.

“The state of Israel is a symbol to the world of resilience in the face of oppression,” Mr. Trump said. “We will never forget what the Jewish people have endured.”

The president said that the security challenges Israel faces are “enormous” including Iran’s nuclear ambitions, calling the nuclear deal “one of the worst deals” he’s ever seen.

“Our security assistance to Israel is currently at an all-time high,” he said. “We have a long history of cooperation in the fight against terrorism and the fight against those who don’t cherish human life.”

Mr. Trump said that the U.S. rejects one-sided actions by the United Nations against Israel as well as boycotts against Israel. He expressed his desire to work toward a peace agreement between the Israelis and Palestinians. The president made it clear that both parties must the ones who negotiate and that both sides must make compromises.

12:00 p.m. A joint press conference between President Trump and Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu is scheduled to begin at the White House. The event is a bit unusual because unlike other visits from foreign leaders, the news conference will precede their bilateral meetings, taking place just minutes after Netanyahu is scheduled to arrive.

http://www.cbsnews.com/…/latest-trump-news-today-february1620

://www.breakingisraelnews.com/83717/us-ends-commitment-two-state-solution/#4AcmFivH560QJqy3.99

“Nibiru 20 Shvat (16 Feb) 5777 in bible code Glazerson” di YouTube

 

Kita lihat apa yang terjadi di tanggal 20 Shvat atau 16 februari 2017..  di tahun ibrani 5777..

Akan kah bintang yang berasal dari Jacob.. Star of heaven.. Nibiru akan membuat bencana di New York secara fisik atau dalam bentuk lain.. atau mungkin secara roh..

Saya percaya dengan bible code.. walaupun secara fisik sering tidak seperti yang kita bayangkan.

Karena apa  yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Tuhan untuk mereka yang mengasihi Dia….

Tetapi yang pasti adalah penebusan (teshuwah=Repentance) anak anak Tuhan hanya ada di dalam nama Yeshua.. bukan dengan nama yang lain.. Amien