Nabi Elia Kunjungi Rabbi Dengan Pesan: “Empat Gerbang Kemurahan Hati sudah Tertutup, Tetapi Satu Terbuka”

“Lihatlah aku akan mengirimkan Elia sang nabi sebelum datangnya hari besar dan mengerikan dari Hashem.” Maleakhi 3:23 (The Israel Bible ™)

Sabtu malam, seorang rabi mistik jatuh tak sadarkan diri dan menerima penglihatan ilahi yang memperingatkan gerbang surgawi tertutup, yang membawa masa penderitaan global. Penglihatan mengungkapkan bahwa salah satu pintu gerbang telah dibuka paksa sementara oleh nabi Elia, tetapi kunci untuk menjaga gerbang yang terbuka adalah di tangan rakyat.

Pada Sabtu malam, Rabbi Amram Vaknin, seorang rabi mistis terkenal dari Asdod, tiba di rumah adiknya di Asdod untuk melakukan pelayanan Havdallah di akhir hari Sabat. Di tengah mengatakan berkat, dia jatuh di dalam ketidak sadaran diri. Dia berbaring selama kurang lebih 20 menit, kadang-kadang mengerang dan bergumam. Di tengah ketidak sadarannya, ia berbicara, memberikan pesan yang  jelas untuk seluruh Israel.

“Aaah, Yerusalem,” rabbi mengerang. “Doakan Jerusalem. Mereka perlu berdoa karena keputusan yang menyakitkan. Bagaimana kota ini menderita hari ini! ”

Rabbi terbaring diam selama beberapa menit, mengerang sesekali dan mengucapkan beberapa kalimat. Setelah sekitar sepuluh menit, ia mulai berbicara ..

“Kemenangan adalah penting. Mereka akan menang,” akhirnya kata rabbi. “Mereka tidak ingin berdoa, meskipun saya meminta mereka beberapa kali. Apa yang bisa saya katakan kepada orang-orang yang berpikir mereka begitu besar? ”

Pada titik ini, rabi memiliki penglihatan dia bercakap-cakap dengan Nabi Elia. Rabbi Vaknin, yang telah memiliki beberapa penglihatan yang kuat dari Elia, sering berdoa di gua nabi di Haifa. Nabi melihat dia sebagai pemandu spiritual dalam penglihatannya.

Banyak prediksi telah menjadi kenyataan. Pada bulan Oktober 2015, Rabbi Vaknin memiliki penglihatan mengerikan bahwa banyak darah Yahudi akan tumpah di Israel. Tragisnya, penglihatan terbukti akurat. Gelombang kekerasan yang dimulai hanya beberapa minggu sebelum penglihatan yang dilanjutkan dengan meningkatnya intensitas sampai musim panas. Pada waktu itu, ada hampir seribu penusukan, penembakan, dan serangan kendaraan yang melukai lebih dari 650 warga Israel dan menewaskan 47.

“Halo, Nabi Eliyahu (Elia),” Rabbi Vaknin , saat dalam ketidaksadarannya. “Mohon  Elia, bukalah  satu dari lima gerbang bagi mereka di Surga. Siapa tahu mereka ingin lakukan teshuva (penebusan) dan doa, dan berhenti dengan kebohongan dan kepalsuan, sehingga satu pintu akan terbuka bagi mereka. Dan jika mereka tidak bertobat, maka gerbang itu akan tertutup. ”

Rabbi Vaknin menjelaskan penglihatannya pada Gill Nachman, asisten pribadinya

“Nabi Elia datang memberikan pesannya karena waktu kesusahan datang kepada Yerusalem” kata Nachman. “Terdapat 5 Gerbang yang dapat digunakan sebagai jalan ke kemurahan hati  Surga, tetapi hanya satu yang terbuka. Elia membuka gerbang akhir untuk Israel. Dimana terdapat waktu kesusahan di mana darah akan tertumpah, dan dua orang rabbi akan meninggal.”

Penglihatan rabi kemungkinan dihubungkan ke lima gerbang aktual yang memasuki Kuil Pertama dan Kuil Kedua.

“Pada satu titik dalam penglihatan, Rabbi Vaknin bertanya kepada  Elia, “Jika itu adalah gerbang yang baik yang engkau buka, lalu mengapa begitu banyak yang akan mati?'” Rabi menerima pesan yang menjelaskan keadaan yang terlihat kontradiksi ini. “Dia diberitahu bahwa dari sudut pandang kami itu buruk, tapi dari Surga, terlihat baik karena pada akhirnya, akan ada kemenangan besar dan Eliyahu HaNavi (nabi) akan secara jelas tiba.

“Pintu gerbang terbuka, tapi apakah kita pergi melalui gerbang terserah kita. Dia diberitahu bahwa setiap orang perlu berdoa dan bertobat sekarang, ” Nachman menyimpulkan. Kata Elia dari yang besar sampai yang kecil perlu berdoa.”

https://www.breakingisraelnews.com/83302/prophet-elijah-visits-mystic-rabbi-with-message-four-gates-of-mercy-are-closed-but-one-is-open/# bFpRyrGSPjyjhIdU.99

Gerbang Kemurahan adalah gerbang di mana orang2 memakai materai Yeshua di dahi mereka. Percaya dan menggunakan nama Pencipta yang benar.. Yeshua

Riyadh is a Muslim Qurani Sheikh

November  20, 2015

Riyadh is a Muslim Qurani Sheikh. The Qurani community believes only in what’s written in the Quran and they don’t believe in the Hadith, so they don’t believe in the necessity to attack Jews. He says that it’s written in the Quran that the Jewish people are the chosen people, and that they have a divine right for the land of Israel, as the prophetic words uttered 1500 years ago, when it was predicted that the territory of the Kingdom of Greater Israel would be from Iraq to Egypt, the Temple would be built, the Messiah would come, and redemption would emerge from Israel. Before the establishment of the State of Israel, when the Jews were dispersed, it was hard for people to believe it would happen, but the prophecy began to be fulfilled in ’48, when the state of Israel was established. He also speaks about his grandfather, who was a Mufti and came to Israel due to the prophecy. His grandfather was a Muslim commentator and an arbiter, and he assigned him to be his successor.

http://www.newsdesk-israel.com/muslim-qurani-jews-have-a-right-to-the-land-of-israei/

https://www.facebook.com/The-Temple-Institute-22738684968/?fref=ts

 

I quote about Quranism from https://en.wikipedia.org/wiki/Quranism

 

Quranism (Arabic: القرآنية‎; al-Qur’āniyya) describes any form of Islam that accepts the Quran as scripture, but rejects the religious authority of the Hadith, which all other Muslims consider to be essential for understanding Islam. Quranists follow the Quran alone. They believe that its message is clear and complete, and that it can therefore be fully understood without referencing the Hadith.

Quranism is not a denomination; it is not defined by what it believes, but rather what it rejects. It is often described as anti-Hadith by its opponents, and Quranism is just a positive alternative to that name. There are significant differences between Quranists in their interpretation of Islam.

Quranism is similar to movements in other religions such as the Karaite movement of Judaism and the Sola scriptura view of Christianity.[1] Hadith rejection has also been associated with Muslim modernists.[2]

Pengunjung Temple Mount

Saya cukup tertarik dengan berita di salah satu web dimana hanya 0.3% pengunjung yahudi yang datang ke Temple Mount.

Saya ambil dari :
http://www.jewishpress.com/news/breaking-news/only-0-3-of-yearly-visitors-to-temple-mount-are-jews/2015/10/09/

Berita ini saya terjemahkan sedikit :
Orang-orang muslim menuduh orang Yahudi mencoba mengambil Temple Mount, tetapi statistik menyatakan bahwa hal itu bohong.
Hanya 12.000 orang Yahudi yang tercatat tahun lalu masuk ke Temple Mount, di bandingkan dengan hampir 4.000.000 orang muslim, berdasarkan statistik yang diberikan oleh kementrian luar negri.
Setelah dihitung menjadi 0.3 persen.
Dan juga terdapat 200.000 orang-orang kristen yang masuk ke sana.

Lalu….
Apa yang akan terjadi apabila jumlah pengunjung orang Yahudi bertambah lebih dari 0.3%?