Bagaimana Hubungan antara Tabernakel dengan Bintang berdasarkan Perhitungan Alkitab

Kel 25:9 (ILT)

Seperti segala hal yang telah Kuperlihatkan kepadamu mengenai pola tabernakel dan pola segala perkakasnya, maka demikianlah kamu harus membuatnya.”

Sesudah melakukan analisis mendetail tentang deskripsi Tabernakel (Kemah Suci) dalam Alkitab, seorang insinyur telah menemukan korelasi mengejutkan antara bangunan di bumi ini dengan orbit planet-planet di tata surya. Kesamaan yang luar biasa ini mencerminkan kepercayaan kuno bahwa kemah di padang pasir ini adalah titik pusat yang menghubungkan surga dan bumi, yang dibangun dengan menggunakan kekuatan ciptaan itu sendiri.

Michael dari Irlandia (yang minta nama aslinya tidak dipublikasikan), yang sudah pensiun dari karirnya di bidang telekomunikasi, telah menulis beberapa buku penyelidikannya tentang Alkitab dengan memakai perspektif uniknya. Latar belakangnya di bidang teknik membuat Michael berbicara dalam bahasa angka-angka, dan bagian-bagian dari Alkitab yang menjelaskan tentang dimensi-dimensi bangunan Kemah Suci adalah, bagi Michael, sebuah buku terbuka. Pendekatan uniknya memungkinkan Michael untuk melihat Kemah Suci tidak hanya sebagai sebuah bangunan yang berdiri, namun juga dalam istilah luasan areal permukaan.

“Ini seperti manual dari IKEA,” kata Michael. “Kebanyakan orang mencoba membayangkan Tabernakel (Kemah Suci) sebagai sebuah bangunan berdiri. Ini dimaksudkan untuk digabungkan, supaya Anda juga bisa melihatnya dibentangkan rata.”

Bila dilihat dengan cara ini, Michael mulai melihat hubungan-hubungan yang luar biasa, dimensi-dimensi Kemah Suci yang menyamai fenomena astronomis benda-benda angkasa yang bisa disaksikan oleh orang-orang Yahudi di padang gurun. Dalam pewahyuan matematis ini, Michael dihadapkan pada sebuah misteri: kenapa matahari, bulan dan bintang-bintang menjadi faktor di dalam dimensi-dimensi tabernakel?

Tabernakel

Salah satu jawaban untuk pertanyaan ini diberikan dalam Bamidbar Rabbah (12:12), kumpulan interpretasi homiletik rabbi kuno tentang kitab Bilangan, di mana tertulis bahwa ketika Israel mendirikan tabernakel, Elohim memerintahkan kepada para malaikat untuk mendirikan versi yang sesuai di langit.

Gambaran samar-samar pertama muncul kepada Michael saat dia membaca dalam Alkitab bahwa orang-orang Ibrani menyumbangkan 29 talenta dan 730 shekel emas.

“Saya segera menyadari bahwa talenta tersebut berhubungan dengan satu bulan lunar, atau 29 hari. Dan 730 berhubungan dengan dua tahun matahari, atau 730 hari,” kata Michael. Pada titik itu, dia mulai memperhatikan sebuah pola namun tidak yakin akan pentingnya hal tersebut. Dia kemudian mencatat bahwa uang perak yang dikumpulkan untuk membangun Kemah Suci adalah 100 talenta dan 1.775 shekel. Dia menyadari bahwa 1.775 itu setara dengan lima tahun lunar hingga sampai tiga hari.

“Saya tidak akan mengenali lima tahun lunar itu, kecuali bahwa saya telah melihatnya sebelumnya di Kitab Henokh dalam deskripsi tentang peristiwa-peristiwa astronomi,” kata Michael.

Kitab Henokh 74:

  1. Dan bulan menjadikan seluruh tahun-tahun menjadi tepat, sehingga kedudukan mereka tidak mendahului atau terlambat satu hari pun, tapi dia mengubah tahun-tahun dengan keadilan yang tepat dalam tiga ratus enam puluh empat hari.
  2. Tiga tahun memiliki seribu sembilan puluh dua hari; dan lima tahun, seribu delapan ratus dua puluh hari; sehingga akan ada dalam delapan tahun dua ribu sembilan ratus dua belas hari.
  3. Hanya untuk bulan saja, selama tiga tahun memiliki seribu enam puluh dua hari, dan selama lima tahun dia tertinggal lima puluh hari, yaitu terhadap jumlah ini ditambahkan enam puluh dua hari.
  4. Dan dengan demikian dalam lima tahun akan ada seribu tujuh ratus tujuh puluh hari, sehingga hari-hari bulan selama delapan tahun akan menjadi dua ribu delapan ratus tiga puluh dua hari.

 

Kitab apokrif (artinya: tersembunyi) Henokh adalah sebuah tulisan religius Yahudi kuno, yang secara tradisi dianggap berasal dari Henokh, kakek buyut Nuh. Meskipun para ahli alkitab modern menganggap bagian yang lebih tua berasal dari sekitar tahun 300 SM, Kitab Henokh diterima secara luas di kalangan gereja Kristen mula-mula, dan bahkan dikutip secara langsung maupun tidak langsung baik oleh Tuhan Yeshua, Rasul Petrus, maupun Rasul Yudas di dalam Alkitab,. Kitab Henokh tidak dimasukkan dalam kanon Alkitab, kecuali oleh Gereja Kristen Orthodox Ethiopia dan Erithraea.

Sebelum mempresentasikan temuan selanjutnya, Michael mencatat bahwa sebenarnya ada dua pendapat mengenai dimensi Kemah Suci. Sebagian besar ilmuwan menganut dimensi berdasarkan deskripsi oleh Flavius Josephus, seorang ilmuwan Yahudi dan sejarawan abad pertama. Studi Michael didasarkan pada dimensi yang lebih kecil yang dijelaskan oleh Richard Elliot Friedman, Profesor Studi Yahudi di Universitas Georgia.

Michael kemudian melakukan beberapa perhitungan area permukaan bangunan tabernakel lengkap dan menemukan bahwa itu setara dengan 2.300 hasta. Hal ini mengingatkan nubuat misterius dalam Kitab Daniel.

Dan 8:14 (ILT)

Dan dia berkata kepadaku, “Selama dua ribu tiga ratus petang dan pagi, barulah tempat kudus itu akan dipulihkan kembali.”

Michael kemudian menghitung luas permukaan bagian Kemah Suci yang hanya berisi Ruang Maha Kudus. Dia menambahkan luas permukaan perabot-perabot yang ada di dalamnya dan menghasilkan jumlah total 364 hasta. Kitab Henokh juga menggambarkan kalender 364 hari.

Michael menghitung luas permukaan lima belas penutup atap Kemah Suci, mencapai angka 225 hasta persegi, setara dengan orbit Venus mengelilingi matahari.

Dia kemudian menghitung area permukaan internal tenda Tabernakel dikurangi tirai masuk dan selubung yang memisahkan, karena mereka itu ditarik waktu Imam Besar Harun memasuki Tabernakel setiap pagi. Areal permukaan yang tersisa di tenda Tabernakel dan perabotannya berukuran 686,5 hasta persegi, setara dengan orbit Mars.

Ketika tabir kemah Tabernakel dilepaskan, areal permukaan yang tersisa dari kain bangunan Tabernakel ditambahkan hingga berjumlah 4340, tujuh hari lebih lama dari orbit Yupiter.

Dengan menggunakan metode ini, Michael juga menemukan areal permukaan kedua sisi material Tabernakel ketika didekonstruksi untuk tujuan perjalanan, ditambah luas permukaan perabot-perabot, mencapai jumlah total 10.761,5 hasta persegi, setara dengan satu kali orbit Saturnus dengan hanya dua hari tumpang tindih

Dia juga mencatat bahwa luas permukaan keseluruhan peralatan di dalam Ruang Maha Kudus ditambah penutup dada yang dikenakan Imam Besar adalah 87,75 hasta persegi, yang setara dengan orbit planet Merkurius yakni 87,97 hari.

Rabbi Yosef Berger, rabbi Makam Raja Daud di Gunung Zion, menanggapi temuan Michael dengan menunjukkan bahwa Rabbi Shlomo Yitzchaki, sarjana Torah terkemuka abad ke-11 dari Perancis yang dikenal dengan nama Rashi, mengajarkan bahwa Elohim memberikan sepuluh ucapan yang digunakan untuk menciptakan dunia kepada Betsalel supaya dia bisa membangun Kemah Suci.

Kel 31:2,3 (ILT) “Lihatlah, Aku telah memanggil nama Bezaleel anak Uri anak Hur, dari suku Yehuda. Dan Aku telah memenuhi dia dengan Roh Elohim, dengan hikmat, dan dengan pengertian, dan dengan pengetahuan dan dengan segala keterampilan,

“Segala ciptaan tersirat di dalam bangunan itu sendiri,” kata Rabbi Berger. “Bangunan dan perabot-perabotnya tidak dibangun seperti bangunan-bangunan lainnya. Itu dibuat dengan suatu proses yang sama dengan penciptaan dunia. Kabbalah (mistisisme Yahudi) mengajarkan kepada kita bahwa Elohim menciptakan dunia ini dengan perkataan, dan segala realitas pada dasarnya adalah kombinasi-kombinasi dari kata-kata, huruf-huruf, dan angka-angka, dan secara khusus ini berlaku untuk Kemah Suci.”

“Sebagai titik penghubung antara dunia atas dan dunia bawah, ini pasti menjadi bagian dari Tabernakel dan Bait Suci,” kata Rabbi Berger menyimpulkan. “Hubungan ini, menghubungkan firman penciptaan yang membentuk dunia materi ini, adalah apa yang akan memberikan sang Messias kemampuan untuk mengangkat dunia ini ke tingkatan yang lebih tinggi.”

Note: Midrash (Bamidbar Rabbah 15:7) membandingkan tujuh pelita Menorah dengan tujuh planet di tata surya, yang menerangi langit malam. Menurut Clement Alexandria dan Philo Yudea, tujuh pelita menorah itu melambangkan tujuh planet klasik: Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Yupiter, dan Saturnus.

Tulisan ini berasal dari penulis Adam Eliyahu Berkowitz.

Nabi Elia Kunjungi Rabbi Dengan Pesan: “Empat Gerbang Kemurahan Hati sudah Tertutup, Tetapi Satu Terbuka”

“Lihatlah aku akan mengirimkan Elia sang nabi sebelum datangnya hari besar dan mengerikan dari Hashem.” Maleakhi 3:23 (The Israel Bible ™)

Sabtu malam, seorang rabi mistik jatuh tak sadarkan diri dan menerima penglihatan ilahi yang memperingatkan gerbang surgawi tertutup, yang membawa masa penderitaan global. Penglihatan mengungkapkan bahwa salah satu pintu gerbang telah dibuka paksa sementara oleh nabi Elia, tetapi kunci untuk menjaga gerbang yang terbuka adalah di tangan rakyat.

Pada Sabtu malam, Rabbi Amram Vaknin, seorang rabi mistis terkenal dari Asdod, tiba di rumah adiknya di Asdod untuk melakukan pelayanan Havdallah di akhir hari Sabat. Di tengah mengatakan berkat, dia jatuh di dalam ketidak sadaran diri. Dia berbaring selama kurang lebih 20 menit, kadang-kadang mengerang dan bergumam. Di tengah ketidak sadarannya, ia berbicara, memberikan pesan yang  jelas untuk seluruh Israel.

“Aaah, Yerusalem,” rabbi mengerang. “Doakan Jerusalem. Mereka perlu berdoa karena keputusan yang menyakitkan. Bagaimana kota ini menderita hari ini! ”

Rabbi terbaring diam selama beberapa menit, mengerang sesekali dan mengucapkan beberapa kalimat. Setelah sekitar sepuluh menit, ia mulai berbicara ..

“Kemenangan adalah penting. Mereka akan menang,” akhirnya kata rabbi. “Mereka tidak ingin berdoa, meskipun saya meminta mereka beberapa kali. Apa yang bisa saya katakan kepada orang-orang yang berpikir mereka begitu besar? ”

Pada titik ini, rabi memiliki penglihatan dia bercakap-cakap dengan Nabi Elia. Rabbi Vaknin, yang telah memiliki beberapa penglihatan yang kuat dari Elia, sering berdoa di gua nabi di Haifa. Nabi melihat dia sebagai pemandu spiritual dalam penglihatannya.

Banyak prediksi telah menjadi kenyataan. Pada bulan Oktober 2015, Rabbi Vaknin memiliki penglihatan mengerikan bahwa banyak darah Yahudi akan tumpah di Israel. Tragisnya, penglihatan terbukti akurat. Gelombang kekerasan yang dimulai hanya beberapa minggu sebelum penglihatan yang dilanjutkan dengan meningkatnya intensitas sampai musim panas. Pada waktu itu, ada hampir seribu penusukan, penembakan, dan serangan kendaraan yang melukai lebih dari 650 warga Israel dan menewaskan 47.

“Halo, Nabi Eliyahu (Elia),” Rabbi Vaknin , saat dalam ketidaksadarannya. “Mohon  Elia, bukalah  satu dari lima gerbang bagi mereka di Surga. Siapa tahu mereka ingin lakukan teshuva (penebusan) dan doa, dan berhenti dengan kebohongan dan kepalsuan, sehingga satu pintu akan terbuka bagi mereka. Dan jika mereka tidak bertobat, maka gerbang itu akan tertutup. ”

Rabbi Vaknin menjelaskan penglihatannya pada Gill Nachman, asisten pribadinya

“Nabi Elia datang memberikan pesannya karena waktu kesusahan datang kepada Yerusalem” kata Nachman. “Terdapat 5 Gerbang yang dapat digunakan sebagai jalan ke kemurahan hati  Surga, tetapi hanya satu yang terbuka. Elia membuka gerbang akhir untuk Israel. Dimana terdapat waktu kesusahan di mana darah akan tertumpah, dan dua orang rabbi akan meninggal.”

Penglihatan rabi kemungkinan dihubungkan ke lima gerbang aktual yang memasuki Kuil Pertama dan Kuil Kedua.

“Pada satu titik dalam penglihatan, Rabbi Vaknin bertanya kepada  Elia, “Jika itu adalah gerbang yang baik yang engkau buka, lalu mengapa begitu banyak yang akan mati?'” Rabi menerima pesan yang menjelaskan keadaan yang terlihat kontradiksi ini. “Dia diberitahu bahwa dari sudut pandang kami itu buruk, tapi dari Surga, terlihat baik karena pada akhirnya, akan ada kemenangan besar dan Eliyahu HaNavi (nabi) akan secara jelas tiba.

“Pintu gerbang terbuka, tapi apakah kita pergi melalui gerbang terserah kita. Dia diberitahu bahwa setiap orang perlu berdoa dan bertobat sekarang, ” Nachman menyimpulkan. Kata Elia dari yang besar sampai yang kecil perlu berdoa.”

https://www.breakingisraelnews.com/83302/prophet-elijah-visits-mystic-rabbi-with-message-four-gates-of-mercy-are-closed-but-one-is-open/# bFpRyrGSPjyjhIdU.99

Gerbang Kemurahan adalah gerbang di mana orang2 memakai materai Yeshua di dahi mereka. Percaya dan menggunakan nama Pencipta yang benar.. Yeshua

Riyadh is a Muslim Qurani Sheikh

November  20, 2015

Riyadh is a Muslim Qurani Sheikh. The Qurani community believes only in what’s written in the Quran and they don’t believe in the Hadith, so they don’t believe in the necessity to attack Jews. He says that it’s written in the Quran that the Jewish people are the chosen people, and that they have a divine right for the land of Israel, as the prophetic words uttered 1500 years ago, when it was predicted that the territory of the Kingdom of Greater Israel would be from Iraq to Egypt, the Temple would be built, the Messiah would come, and redemption would emerge from Israel. Before the establishment of the State of Israel, when the Jews were dispersed, it was hard for people to believe it would happen, but the prophecy began to be fulfilled in ’48, when the state of Israel was established. He also speaks about his grandfather, who was a Mufti and came to Israel due to the prophecy. His grandfather was a Muslim commentator and an arbiter, and he assigned him to be his successor.

http://www.newsdesk-israel.com/muslim-qurani-jews-have-a-right-to-the-land-of-israei/

https://www.facebook.com/The-Temple-Institute-22738684968/?fref=ts

 

I quote about Quranism from https://en.wikipedia.org/wiki/Quranism

 

Quranism (Arabic: القرآنية‎; al-Qur’āniyya) describes any form of Islam that accepts the Quran as scripture, but rejects the religious authority of the Hadith, which all other Muslims consider to be essential for understanding Islam. Quranists follow the Quran alone. They believe that its message is clear and complete, and that it can therefore be fully understood without referencing the Hadith.

Quranism is not a denomination; it is not defined by what it believes, but rather what it rejects. It is often described as anti-Hadith by its opponents, and Quranism is just a positive alternative to that name. There are significant differences between Quranists in their interpretation of Islam.

Quranism is similar to movements in other religions such as the Karaite movement of Judaism and the Sola scriptura view of Christianity.[1] Hadith rejection has also been associated with Muslim modernists.[2]

Pengunjung Temple Mount

Saya cukup tertarik dengan berita di salah satu web dimana hanya 0.3% pengunjung yahudi yang datang ke Temple Mount.

Saya ambil dari :
http://www.jewishpress.com/news/breaking-news/only-0-3-of-yearly-visitors-to-temple-mount-are-jews/2015/10/09/

Berita ini saya terjemahkan sedikit :
Orang-orang muslim menuduh orang Yahudi mencoba mengambil Temple Mount, tetapi statistik menyatakan bahwa hal itu bohong.
Hanya 12.000 orang Yahudi yang tercatat tahun lalu masuk ke Temple Mount, di bandingkan dengan hampir 4.000.000 orang muslim, berdasarkan statistik yang diberikan oleh kementrian luar negri.
Setelah dihitung menjadi 0.3 persen.
Dan juga terdapat 200.000 orang-orang kristen yang masuk ke sana.

Lalu….
Apa yang akan terjadi apabila jumlah pengunjung orang Yahudi bertambah lebih dari 0.3%?