Pertemuan Astronomi yang Langka, Super Blue Blood Moon dan Firman Yeshua

Rabu malam, 31 Januari 2018, sebuah fenomena astronomi langka yang disebut “Super Blue Blood Moon” terjadi di sebagian dunia, bersamaan dengan permulaan hari yang penuh berkat dalam kalender Ibrani, yaitu Tu B’Sh’vat (hari ke-15 bulan Sh’vat 5778), Tahun Baru Pepohonan.

Blood moon kali ini adalah awal dari Triad Blood moon yang akan terjadi lagi nanti. Berbeda dengan Blue Moon biasa yang terjadi setiap dua setengah tahun, Super Blue Blood Moon sangat jarang terjadi. Terakhir kali kejadian semacam itu terjadi pada tahun 1866, seperti yang dicatat oleh Pastor Mark Biltz, kepala Menteri El Shaddai dan penulis buku laris tentang subjek berjudul “Blood Moon.”

Blood Moon yang berikutnya adalah pada tanggal 27 Juli 2018, yaitu Tu B’Av atau Av kelima belas pada kalender alkitabiah. Blood Moon terakhir dalam Triad ini adalah 21 Januari 2019 – yang kebetulan terjadi juga di Tu B’Shevat.

Berbeda dengan Blue Moon biasa yang terjadi setiap dua setengah tahun, Super Blue Blood Moon sangat jarang terjadi. Terakhir kali kejadian semacam itu terjadi pada tahun 1866. Banyak Rabbi bahkan orang orang menyatakan bahwa pertanda buruk akan datang. Artinya keguncangan demi keguncangan akan terjadi pada semua orang. Semuanya berawal dari keguncangan di langit (alam Roh) dan kemudian di bumi (sesuatu yang dari Bumi).

Keguncangan di alam Roh pada Super Blue Blood Moon kali ini adalah turunnya Firman yang menyatakan bahwa manusia segambar dengan Pencipta, selevel dengan Pencipta, Bapa Yeshua. Hal ini akan mengguncangkan segala doktrin lama, pikiran-pikiran yang lama, bahkan nubuat-nubuat lama. Akhirnya yang tidak terguncangkan yang akan keluar dari badai roh ini mendapatkan keberanian untuk maju menjadi manusia yang akan mencipta bersama Bapa Yeshua, menjadi pemenang dan menjadi manusia yang diurapi.

HaleluYeshua

Amin

Advertisements

Hanukkah 2017 dan Massiakh

Hari Raya Hanukkah atau Hari Raya Pentahbisan 2017 berlangsung dari malam:

Selasa,
12 Desember 2107

Sampai malam:

Rabu,
20 Desember 2017
Festival Pentahbisan, disebut juga dengan Festival Kenisah (Hanukkah) atau Pentahbisan Bait Tuhan  yang dirayakan di Yerusalem pada tanggal 25 Kislew, selama 8 hari. Perayaan ini dimaksudkan untuk memperingati penyucian kembali Bait Tuhan. Pesta ini dirayakan sebagai peringatan Yudas Makabe yang menyucikan dan membangun kembali Kenisah yang sudah dirusak oleh orang-orang bukan-Yahudi, termasuk orang Yunani dari dinasti Antiokhus.[1] Dalam perayaan ini, umat Yahudi berarakan sambil membawa tongkat berhiaskan daun palem, mempersembahkan kurban, dan bernyanyi dengan iringan alat musik.
Kalau kita membaca Yohanes 10 : 22-39, saat itu Yeshua hadir di perayaan Pentahbisan Bait Tuhan atau Hanukkah. Bila Yeshua hadir dalam penggenapanNya menjadi korban tubuh untuk menyelamatkan Manusia maka di Akhir zaman Yeshua pun datang didalam bait suci PutraNya yang diurapi (Massiakh) untuk menggenapi Putranya sebagai Massiakh yang ditunggu-tunggu manusia. Hal ini dapat kita lihat saat Yeshua ber-Firman, dimana Aku (Massiakh) dan Bapa (Yeshua) adalah satu. Kesatuan Bapa dan Anak untuk melanjutkan misi Bapa pencipta memenangkan ciptaanNya dari Neraka (Gehenom).
Massiakh saat itu telah melewati Proses Penyucian, dimana masa 1335 hari, masa kesukaran besar telah dilewatiNya dengan baik. Saat inilah penggenapan terjadi dimana Massiakh akan naik dan ada di tahta dan siap untuk melakukan penebusan terhadap manusia berdosa di zaman Messianik, Zaman Akhir.
Salah satu tanda alam yang menandakan Penyucian Massiakh dapat kita lihat dari phenomena astronomik yang terjadi di langit dimana meteor gemini muncul yang di kenal dengan nama 3200 Phaethon.
Daniel 12:9-13
(4) Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.”
(5) Kemudian aku, Daniel, melihat, maka tampaklah berdiri dua orang lain, seorang di tepi sungai sebelah sini dan yang lain di tepi sungai yang sebelah sana.
(6) Dan yang seorang bertanya kepada yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu: “Bilakah hal-hal yang ajaib ini akan berakhir?”
(7) Lalu kudengar orang yang berpakaian kain lenan, yang ada di sebelah atas air sungai itu bersumpah demi Dia yang hidup kekal, sambil mengangkat tangan kanan dan tangan kirinya ke langit: “Satu masa dan dua masa dan setengah masa; dan setelah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi!”
(8) Adapun aku, memang kudengar hal itu, tetapi tidak memahaminya, lalu kutanya: “Tuanku, apakah akhir segala hal ini?”
(9) Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.
(10) Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.
(11) Sejak dihentikan korban sehari-hari dan ditegakkan dewa-dewa kekejian yang membinasakan itu ada seribu dua ratus dan sembilan puluh hari.
(12) Berbahagialah orang yang tetap menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.
(13) Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.”
 
Yohanes 10:22-39
(22) Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Tuhan di Yerusalem; ketika itu musim dingin.
(23) Dan Yeshua berjalan-jalan di Bait Tuhan, di serambi Salomo.
(24) Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”
(25) Yeshua menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
(26) tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
(27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
(28) dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
(29) Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
(30) Aku dan Bapa adalah satu.”
(31) Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yeshua.(32) Kata Yeshua kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”
(33) Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Tuhan dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Tuhan.”
(34) Kata Yeshua kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah tuhan?
(35) Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut tuhan–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–,
(36) masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Tuhan! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Tuhan?
(37) Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
(38) tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
(39) Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Pesan dari Rabbi Ben Artzi tentang Identitas Messiah

Rabbi Nir Ben Artzi, seorang pemimpin mistis Israel yang terkenal, membuat sebuah pernyataan yang luar biasa pada hari Minggu yang lalu yang meramalkan bahwa identitas Mesias akan terungkap dalam waktu dekat, bahkan memberikan rincian spesifik tentang bagaimana wahyu tersebut akan terjadi.

“Mesias sedang bekerja sekarang,” kata Rabbi Ben Artzi dalam sebuah khotbah. “Yahudi, berbahagialah! Segera, Mesias akan diwahyukan kepada semua orang! ”

Rabi masuk ke detail, menjelaskan bagaimana ini akan terjadi.

“Yang Kudus, Terpujilah Dia, Dia akan mendatangi para rabi dalam mimpi dengan sebuah visi dan memberi tahu mereka siapa yang telah dipilihnya untuk Mesias Raja,” prediksi Rabbi Ben Artzi. “Sang Pencipta akan menulis kepada mereka persis, siapa Dia yang telah memilih Mesias Raja.”

Wahyu tunggal ini disertai dengan rincian.

“Akan ada kartu kuning dan surat-surat suci yang tertulis di sebuah perkamen seperti gulungan kitab Taurat, di mana mereka akan diberi tahu dalam bahasa Aram yang adalah Mesias Raja,” lanjut rabbi itu. Aram sudah tidak lagi diucapkan, tapi bahasa Talmud (hukum lisan). “Kemudian, mereka tidak punya pilihan dan mereka akan mengenali Mesias Raja.

“Pilihan ada di tanganmu. Entah Anda mengungkapkannya atau Pencipta dunia akan menyebabkan Anda mengalami masalah besar dan tidak akan melepaskannya sampai Anda mengungkapkan ini dan menceritakannya kepada orang-orang Israel ‘, “kata Rabbi Ben Artzi. “Kemudian mereka akan mengikuti petunjuk yang ada dalam mimpi itu dan mengakui siapa Mesias itu.”

Rabi bahkan menggambarkan prasasti yang akan diwahyukan kepada para rabi dalam penglihatan mereka tentang perkamen tersebut.

“Saya, Tuhan, perintahkan Anda untuk mengatakan dan untuk menunjukkan siapa Raja Mesias, orang  yang dipilih oleh Dia.”

Rabi Ben Artzi menjelaskan Tuhan telah memilih waktu yang spesifik untuk mengungkapkan Mesias.

“Sang Pencipta tidak bisa lagi menunggu saat menyaksikan penderitaan orang-orang Yahudi di Israel dan di luar negeri,” kata Rabb Ben Artzi. “Penderitaan mereka sangat sulit karena Israel adalah Orang Terpilih, yang dipilih oleh Yang Kudus, diberkatilah Dia.”

Rabi tidak mengabaikan orang-orang non-Yahudi dari proses ini. Dalam sebuah tanggapan eksklusif terhadap Breaking Israel News, Rabbi Ben Artzi menjelaskan peran orang Kristen pada zaman mesianis.

“Di awal kekristenan, ada perpecahan, dan ada orang-orang Yahudi di antara mereka,” Rabbi menjelaskan. “Tapi beberapa orang Yahudi terus di jalan kekristenan. Oleh karena itu, di antara mereka ada yang memiliki percikan Yudaisme dalam jiwa dan jiwa mereka. Itulah sebabnya mereka memiliki kedekatan dengan Yudaisme dan cinta orang-orang Yahudi yang sedang membangun Mesias. ”

Rabi Ben Artzi mendapat peringatan mengerikan bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di luar Israel, mengatakan kepada mereka bahwa karena Mesias akan segera diungkap, sekarang saatnya untuk membuat aliyah (berimigrasi ke Israel).

“Tuhan telah memberikan pilihan bebas kepada manusia sehingga dia dengan rela terhubung dengan Tuhan, dan ke Tanah Israel,” Rabbi Ben Artzi mengatakan kepada Breaking Israeli News. “Jika mereka benar-benar percaya kepada Tuhan, mereka memiliki kehendak bebas mereka sendiri.”

Rabi Ben Artzi menekankan bahwa ketepatan waktu Mesias telah dijelaskan oleh kejadian saat ini untuk membawa orang-orang Yahudi kembali ke Israel.

“Ada tanda-tanda besar yang menunjukkan bahwa inilah saatnya untuk kembali: menumbuhkan anti-Semitisme, pertanda di alam, konflik politik global,” kata pemimpin Kabbalis. Namun, dia menambahkan, “Sepanjang semua ini, tanah Israel dilindungi dengan baik.  Siapa pun yang melihat tanda-tanda itu akan segera memahami Israel”

Baca lebih lanjut di,

https://www.breakingisraelnews.com/97595/mystic-leader-god-soon-reveal-messiahs-identity-dream-message-rabbis-worldwide/#8xH8bfeDdXameexX.99

https://absolutetruth613.blogspot.co.id/

44 Hari Menuju Kerajaan Anak dan Kunci Hamasiakh

Tanggal 7/8 Agustus 2017 kita tahu terjadi Gerhana Bulan Partial/ Sebagian dan Bulan Purnama di bulan Agustus 2017.

Kalau kita hitung dari tanggal 7/8 Agustus 2017 sampai Yom Teruah 21 September 2017.. terdapat 44 hari di dalam rentangnya.. sedangkan angka 4 itu sendiri dari huruf Ibrani  adalah Daleth.

 

Daleth adalah Pintu.

Fungsi pintu adalah membuka dan menutup. Bila pintu di buka maupun ditutup harus ada yang melakukannya. Pintu di buka dengan Kunci, pintu yang tertutup dan terkunci harus dibuka oleh orang yang mempunyai kunci. Dia adalah orang yang di urapi,  yang diberi kuasa oleh Pencipta untuk memegang kunci, yaitu Hamasiakh. Hamasiakh diberikan wewenang untuk membuka bahkan menutup semua pintu. Pintu berkat, pintu kemuliaan, pintu harta, pintu penghakiman, pintu Hades, dll.

 

Kunci dalam huruf Ibrani mempunyai angka:

Strong’s Number H4668

Dibaca dalam bahasa Ibrani/Hebrew מַפְתֵּחַ ( maphteach)

Kata Kunci itu sendiri muncul 3 kali dalam Firman.

1. Hakim-Hakim 3:25

Lalu mereka menunggu-nunggu sampai menjadi bingung, tetapi raja tidak membuka pintu kamar atas itu. Kemudian mereka mengambil kunci, membuka pintu, maka tampaklah tuan mereka mati tergeletak di lantai.

Jdg 3:25 And they tarried till they were ashamed: and behold, he opened not the doors of the parlour; therefore they took a key, H4668 and opened them: and, behold, their lord
was fallen down dead on the earth.

2. 1 Tawarikh 9:27

Mereka bermalam di sekitar rumah Tuhan, itu sebab mereka bertanggung jawab atas penjagaan dan harus membuka pintu setiap pagi.

1Ch 9:27 And they lodged round about the house of God, because the charge wa upon them, and the opening H4668 there of every morning pertained to them.

3. Yesaya 22:22

Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Isa 22:22 And the key H4668 of the house of David will I lay upon his shoulder; so he shall open, and none shall shut; and he shall shut, and none shall open.

 

Dari waktu yang 44 hari ini menuju Yom Teruah dan Tanda Langit atas kelahiran Kerajaan Anak..akan diawali dengan di bukanya dan ditutupnya pintu-pintu.. pintu berkat, pintu penghakiman, pintu maut, dll..dimana kunci hanya di buka oleh Putera Yeshua pada manusia.

Artinya hanya Hamasiakh/Putera yang akan membuka pintu atas manusia yang mempunyai tanda Yeshua di dahi DAN menutup pintu-pintu atas manusia yang mempunyai tanda 666 di dahi. Dapat kita lihat di Yesaya 22:22 dimana Bapa Yeshua memberikan kunci keluarga Daud (kunci RAJA) ke atas bahu Putra Yeshua/HaMasiakh. Artinya hanya Putera yang diberi kuasa RAJA oleh Bapa Yeshua untuk membuka atau mengunci, apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

 

Perjanjian atas “hari ini” akan dimulai seiring dengan 1 Tawarikh 9:27..

Ibrani 4:7
Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

Pelayanan nama Pencipta yang Benar Yeshua akan di mulai pada setiap Bait Elohim atau pada setiap jiwa-jiwa manusia per hari ini setiap pagi bagi yang tunduk taat dan sepakat dengan Bapa Yeshua.. Dimana Yeshua akan akan berbicara setiap pagi kepada setiap manusia yang memakai materai Yeshua per hari ini.

Pintu Keselamatan terbuka atas mereka yang mau memakai nama Yeshua di dahi mereka. BUKAN DENGAN NAMA LAIN DENGAN ALASAN APAPUN. Oleh karena itu seperti kata Ibrani 4:7 .. jangan mengeraskan hati..

Juga kita akan melihat jiwa-jiwa yang mati yang terkurung oleh tanda 666 akan di hakimi dengan terbukanya pintu penghakiman..Hakim-Hakim 3:25..Hal ini tidak lagi terjadi di alam roh tetapi akan terjadi secara fisik. Diawali penghakiman bagi raja-raja dunia, yaitu pembesar-pembesar, artis, ahli politik, ahli hukum, bupati, dll… yaitu semua manusia yang mempunyai level raja.. sampai ke rakyat jelata… Pintu Penghakiman pada semua orang yang mengeraskan hati.

 

Puji Yeshua..

 

Amien..!!

Bapa Yeshua

..DAHULU 2000 TAHUN LALU BAPA PENCIPTA YESHUA DATANG KEDUNIA SEBAGAI ANAK MANUSIA… 

    SETELAH.. KEMATIAN, KEBANGKITANNYA DAN NAIK KE SURGA.. APAKAH YESHUA MASIH ANAK MANUSIA..? TENTU TIDAK.. Yoh 16:10 MENJELASKAN BAHWA YESHUA KEMBALI KE POSISI AWAL NYA SEBAGAI BAPA PENCIPTA…

    AYAT 3 DARI MATIUS 24 ITU.. YESHUA DITANYA OLEH PARA TALMIDIM ( MURID ) NYA.. APAKAH TANDA KEDATANGAN MU DAN TANDA KESUDAHAN DUNIA..?

    YESHUA MENJAWAB.. PADA AYAT 27, SEBAB SEPERTI KILAT MEMANCAR DARI SEBELAH TIMUR DAN MELONTARKAN CAHAYANYA SAMPAI KE BARAT, DEMIKIAN PULA, KELAK KEDATANGAN ANAK MANUSIA

    DI DALAM BACAAN ITU TIDAK ADA SATU KALIMAT ATAU PERNYATAAN BAHWA YESHUA AKAN DATANG KEDUA KALI NYA…, BAHKAN DALAM Ibrani 9:26,28 YESHUA HANYA SATU KALI SAJA MENYATAKAN DIRINYA, PADA ZAMAN AKHIR UNTUK MENGHAPUSKAN DOSA OLEH KORBANNYA. DAN ITU MENGGENAPI ± 360 NUBUATAN PARA NABI TERDAHULU TENTANG TUHAN PENCIPTA YANG ESA DAN SATU ITU, MENJADI MANUSIA..(YESHUA)

    NAAH KEMUDIAN, YESHUA SAAT INI SUDAH BUKAN ANAK MANUSIA LAGI…, KARENA YESHUA SDH KEMBALI KE POSISI NYA SEMULA SEBAGAI BAPA PENCIPTA…

    Pertanyaannya..: 

    Kalau begitu~SIAPAKAH ~ “ANAK MANUSIA” YANG YESHUA MAKSUD…?

    Yang paling Krusial, Tahap Terakhir Sebelum Mesias

    “Dan kamu akan menjadi kepada-Ku kerajaan imam, dan bangsa yang kudus.”         Keluaran 19: 6 (The Israel Bible ™)

    Rabbi Alon Anava, seorang pembicara yang inspirasional, memberikan pelajaran minggu lalu di Safed (Tzfat) pada ulang tahun tanggal 23 kematian Rabbi Menachem Mendel Schneerson. Dalam khotbahnya, Rabbi Anava mengungkapkan tahap terakhir yang paling penting sebelum kedatangan Mesias adalah: bagi orang Yahudi untuk mengajar Tujuh Hukum Nuh kepada bangsa-bangsa.

    Salah satu pemimpin terbesar Yahudi dari abad ke-20 dan pemimpin spiritual dari Chabad Lubavitch cabang Yudaisme Hasid, Rabbi Schneerson, yang adalah pemimpin Taurat yang mencapai lebih dari target untuk membawa Moshiach (Mesias). Selama hidupnya, Rabbi Schneerson mengirim utusan ke seluruh dunia untuk mendidik dan menginspirasi orang untuk datang dekat dengan Tuhan.

    Membawa turun ajaran nya, Rabbi Anava menyatakan bahwa Rabbi Schneerson percaya langkah akhir  sebelum Moshiach adalah bergantung pada satu hal: Orang-orang Yahudi mengajarkan Taurat kepada Orang-orang yang bukan Yahudi.

    “Kami tahu apa yang kita perlu sebagai orang-orang Yahudi untuk membawa penebusan, dan sebenarnya, kita sudah Mencapai kuota yang diinginkan,” Rabbi Anava menjelaskan. “[Rabbi Schneerson] mengatakan,” Kami semua siap. Semua yang diperlukan adalah untuk memoles tombol. ‘ “

    “Tahukah kau apa yang hilang?” Rabbi Anava berkata secara retorikal  “Negara-negara di dunia.”  Sekarang, yang kita perlukan adalah beberapa miliar orang dari bangsa-bangsa untuk menjadi bagian dari penebusan. “

    Rabbi Anava mengutip sumber alkitab yang mewajibkan orang-orang Yahudi untuk mengajarkan kepada orang-orang non-Yahudi.
    Tuhan berfirman:

    ‘Hal ini Terlalu sedikit engkau akan menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub, dan untuk mengembalikan keturunan Israel; Juga saya akan memberikan kepadamu cahaya untuk bangsa-bangsa, bahwa keselamatan yang dari pada-Ku sampai akhir bumi “(Yesaya 49: 6).

    Rabi Schneerson dikenal jutaan orang yang berkiblat padanya sebagai pencerah, dia menjadi ketua gerakan Chabad pada tahun 1950 ketika ayah mertuanya meninggal. Pada awal 1980-an, ia mulai mendesak para pengikutnya untuk menyebarkan pengajaran tentang hukum Tujuh Nuh kepada orang-orang non-Yahudi.

    “Di sinilah kebanyakan orang, yang sebagian besar pemimpin generasi kita gagal,” penjelasan Rabbi Anava. “Orang-orang Yahudi telah mencapai kapasitas kita. Sekarang, kita memiliki tanggung jawab membawa kesadaran kepada dunia, dan kami gagal dalam besaran-waktu.”

    Gerakan Chabad benar-benar pengecualian untuk pernyataan Rabbi Anava ini. Hari ini, lebih dari 3.500 Lembaga Chabad Lubavitch ada di lebih dari 85 negara di enam benua. Selain memberikan pelayanan dan pendidikan kepada orang-orang Yahudi, Lembaga ini aktif dalam menjangkau orang-orang yang bukan Yahudi.

    Rabbi mencatat ada tradisi Yahudi di mana orang-orang Yahudi di Gunung Sinai menerima Taurat tanpa syarat, mengamati perintah-perintah dengan pemahaman bahwa mereka akan belajar dan memahami mereka lebih lengkap di kemudian hari. Hal ini dimaksud dalam teologi Yahudi naaseh v’nishmah (akan kita lakukan dan kita akan dengarkan).

    Dan semua orang menjawab bersama-sama, dan mengatakan:

    ‘Semua yang Hashem  firmankan kita akan lakukan’ Keluaran 19: 8

    Rabbi Anava jelaskan bahwa menurut tradisi Yahudi, penerimaan ini pada tujuh perintah-perintah yang paling dikenal dari Hukum Tujuh Nuh. Ketika Israel menerima ini di Sinai, semua bangsa lain hadir juga.

    “Itu terjadi ketika kita berada di barisan depan karena kami mendapat informasi dalam rangka untuk memberikan lebih,” rabbi berkata dengan agak bercanda.
    Rabbi Anava menjelaskan bahwa Taurat diberikan kepada orang Yahudi tetapi, menurut tradisi Yahudi, itu sebenarnya tidak secara eksklusif milik siapa pun.

    Talmud menjelaskan Bahwa Tuhan memberikan Taurat di gurun karena gurun didisain oleh hukum Taurat sebagai hefker Makom (tempat tanpa pemilik). Taurat tidak diberikan di Tanah Israel untuk itu berarti semata-mata untuk orang Yahudi di Tanah Israel. Rabbi menjelaskan bahwa bagi orang Yahudi untuk mengatakan Taurat adalah ‘milikku’, bertentangan antara konsep sepenuhnya, dengan penggunaan Taurat.
    “Hal ini seperti seorang anak meraih mainan yang bukan milik dia,” Rabbi Anava menjelaskan.

    Dia mencatat bahwa sejarah hubungan antara Yahudi dan Kristen membuat tujuan ini sulit. “Ketika orang mengatakan ‘Kami selalu dianiaya dan dibunuh’, saya bisa mengerti,” kata Rabbi Anava. “Ada jutaan orang Yahudi yang bahkan tidak tahu bagaimana mengatakan Shema (doa menyatakan keEsaan Tuhan). Ini adalah tanggung jawab kita untuk menginspirasi mereka. Tapi kami memiliki kewajiban yang lebih besar untuk pergi keluar dan menginspirasi dunia untuk mengikuti tujuh hukum Nuh. “

    Rabbi Anava sering memberikan kuliah tentang pengalaman mendekati kematiannya sendiri dan bagaimana itu mempengaruhinya kembali ke Taurat. Dalam kuliahnya pekan lalu, yang ditanyakan oleh orang non-Yahudi mengenai pengalaman dekat kematian. Si penanya bertanya apakah rabbi jika, Ketika ia berada di surga, apakah mereka mengatakan kepadanya ia harus mengikuti  Yudaisme secara khusus.
    “Di surga, mereka tidak menyebutkan kata Yudaisme,” kata Rabbi Anava. “Mereka berbicara hanya dari Taurat dan Taurat dipunyai oleh semua orang.”

    Rabbi mencatat bahwa kewajiban mengajarkan Taurat memerlukan pengetahuan tentang keYahudian untuk mendekati setiap orang  dan bertanya, ’Apakah anda Yahudi?’. Jika jawabannya adalah’ya’, mereka harus membantunya dengan perintah-perintah yang khusus untuk orang-orang Yahudi. Tetapi jika jawabannya ‘Tidak’, rabbi mencatat bahwa tahap tambahan diperlukan. “Pertanyaannya  ‘Apakah Anda manusia?’’ Rabbi Anava mengatakan. “Jika mereka manusia, Anda harus mengajarkan mereka tentang hukum Nuh.

    https://www.breakingisraelnews.com/90741/the-most-crucial-last-stage-before-messiah/#c08GPYhvAscA6sMz.97

    Petir Sebagai Tanda Mesias

     

    Job 37:3,4

    Ia melepaskan ke seluruh kolong langit, dan juga kilat petir-Nya ke ujung-ujung bumi. Kemudian suara-Nya menderu, Ia mengguntur dengan suara-Nya yang megah; ia tidak menahan kilat petir, bila suaraNya kedengaran.

    Suasana petir sering dinyatakan dalam alkitab, Alkitab katakan secara jelas di mazmur bahwa kilat petir, menyatakan kebenaran dalam akhir zaman.

    Psalms 97:4

    Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar.

     

    Rabbi Yosef Berger menyatakan bahwa pesan dari adanya petir diberikan kepada semua orang, tidak hanya pada orang Yahudi saja. Orang yang melakukan segala sesuatu melawan Yeshua, dengan adanya tanda petir akan berarti hukuman.

    Seperti petir yang sangat kuat di Gunung Sinai tidak berarti mencelakanmu. Di akhir zaman kilat mempunyai tujuan tertentu, kata sang Rabbi. Untuk orang-orang yang mengenal Elohim Abraham, hal ini seperti alarm, membangunkan mereka. Menyatakan mereka supaya bersiap-siap akan apa yang terjadi.

    www.breakingisraelnews.us7.list-manage2.com

    Salah satu kejadian adalah besarnya petir di England beberapa hari yang lalu. Dimana 120.000 petir menyambar dalam 12 jam. Hal ini menandakan sesuatu akan terjadi. Dimungkinkan sebagai isyarat bahwa British adalah target dari kebangunan sebelum Messianik.

    Peristiwa ini juga mengingatkan kami ketika melakukan pelayanan nama Yeshua atau kejadian yang berkaitan dengan nama Yeshua. Petir sering terjadi disaat mereka tidak menghargai kami, menolak kami, atau melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab baik di dalam fisik maupun roh.

    Peristiwa-peristiwa tersebut membuat kami semakin bulat dan percaya bahwa YESHUA adalah Bapa Kami yang benar yang adalah Elohim dari segala tuhan yaitu Pencipta yang satu.

    HaleluYeshua

    Messiah Ben David and Messiah Ben Joseph 

    “And He said unto me: ‘Son of man can these bones live?’ And I answered: ‘O Lord G-D Thou knowest.’” Ezekiel 37:3 (The Israel Bible™)

    Israel Independence Day comes directly after Memorial Day, in a logical arrangement that one rabbi says reflects the two-stage process of Messiah embodied in the State of Israel.

    Rabbi Shimon Apisdorf, a prominent Jewish educator and bestselling author, believes it is not a coincidence that Memorial Day directly precedes Independence Day .

    According to Jewish tradition, there are two stages in the Messiah:

    Moshiach ben Yosef (Messiah from the House of Joseph) and Moshiach ben David (Messiah from the House of David). Moshiach ben Yosef is a natural, physical process building up the practical aspects of Israel.

    Rabbi Apisdorf explained that these two stages are reflected in the Vision of the Dry Bones described in chapter 37 of Ezekiel. The beginning of the vision describes scattered bones.

    So I prophesied as I was commanded; and as I prophesied there was a noise and behold a commotion and the bones came together bone to its bone.

    Ezekiel 37:7

    “This part of the vision is a process of bringing the bones together, binding them in the flesh,” explained Rabbi Apisdorf. “This describes Messiah from the House of Joseph. The first vision represents the Jews in exile, when we were like individual bones with no sense of being part of a whole. For the Jewish people, exile is a boneyard.”

    Bringing the bones together, the rabbi explained, is the ingathering of the people and the necessary practical arrangements that needed to be made. In the years leading up to 1948 and for many years after, this effort was spearheaded by secular Zionists, who farmed the land and fought in the IDF.

    “This is the first stage, the secular Zionists, who, like Joseph in Egypt, provided a physical home for the Jews: food, shelter,and protection,” Rabbi Apsidorf explained. “The Jews who died in this process, of reconstituting the dry bones, physically building up and defending the country, were the embodiment of Moshiach ben Yosef.”

    The rabbi then explained that the second vision described in Ezekiel is of a spirit entering the now-reconstituted bodies.

    So I prophesied as He commanded me and the breath came into them and they lived and stood up upon their feet an exceeding great host.

    Ezekiel 37:10

    This, the rabbi explained, is a spiritual, internal process.

    “The second stage is when the spirit, that has always been there, becomes apparent in all its glory,” Rabbi Apisdorf said. “This process, Moshiach ben David, emphasizes the spiritual. Without the first stage, the spiritual stage will not happen.”

    According to tradition, Moshiach ben David is a spiritual process culminating in the Third Temple and the Davidic Dynasty. This, the rabbi said, is contained within Independence Day. The sages teach that the redemption from the third exile, which many believe we are now experiencing, will, unlike the previous two redemptions, never end.

    “Moshiach ben Yosef is the seed that contains everything that follows,” said Rabbi Apisdorf. “It’s all there. This was what was happening in the first years of Israel. By looking back on Memorial Day, at Moshiach ben Yosef, at those who fell building up the country, we can see our future geula (redemption), our Moshiach ben David that will be true independence, must inevitably be.”

    https://www.breakingisraelnews.com/87469/rabbi-memorial-day-independence-day-transition-model-two-stage-messiah-process/#aSrxmIJe1Dfrlm5z.97

     

    Rabbi Shimon Apisdorf, a prominent Jewish educator and bestselling author, explained that the stages represent a process, not individuals.

    “There will certainly be a King of Israel from the House of David, but that person is the final conclusion of the process and period of time called Moshiach Ben David,” he said.

    Rabbi Apisdorf identifies the modern period of Moshiach Ben Yosef with Rabbi Avraham Isaac Kook, the first Ashkenazi chief rabbi of Israel and possibly the single most renowned and respected Zionistic rabbi to ever live in the state. In 1904, when Rabbi Kook eulogized Theodore Herzl, the founder of modern Zionism, he referred to Herzl, a secular Jew, as the “beginnings of the Moshaich Ben Yosef”, and referred to the State of Israel as embodying Moshiach Ben Yosef, noting the similarities between the modern state and the Biblical character of Joseph.

    “Joseph was the provider sent by God to save many from starvation, who sustained Jacob and his sons materially when they came to Egypt looking for grain, so in future generations, the descendants of Joseph would develop the material side of Jewish national existence,” Rabbi Kook wrote in his eulogy.

    “Joseph was swallowed up by the nations, and was fluent in seventy languages. This last point symbolizes the connection between Israel and all the nations of the world we see today.”

    Rabbi Shimon Apisdorf assigned a specific beginning point to Moshiach Ben Yosef by noting a remarkable coincidence. He explained that the day that Rabbi Kook arrived in Israel, the 28th day of the Hebrew month of Iyar (May 13th 1904), became Jerusalem Day, the day Jerusalem was unified, precisely 63 years later. Jerusalem and the Third Temple are essential to the second stage of the Messiah: Moshiach Ben David.

    “It seems clear to me that the period of Moshiach Ben David began on the day Rabbi Kook stepped onto the soil of the Holy Land,” Rabbi Apisdorf said.

    Rabbi Apisdorf believes that Peres’ death signaled the transition point when the period of Moshiach Ben Yosef ended and the period of Moshiach Ben David took prominence. The rabbi expressed this historical process in spiritual terms.

    “I sense that the period of Moshiach Ben Yosef ended with the burial of Shimon Peres, the last of the founding fathers of the state that embodied that process [of creating the state],” Rabbi Apisdorf said. “This is an unmistakable historic shift, and, remarkably, it was as if the whole world acknowledged this by running to Jerusalem to be present for that Messianic shift.

    “If this is true, then beginning this past Shabbat, and then as the New Year began, the transition period ended, and we are now solely in the period of Moshiach Ben David,” explained Rabbi Apisdorf

    //www.breakingisraelnews.com/76668/death-israels-last-founding-father-usher-messianic-era-joseph/#YXEd4Z1

    Bagaimana Nama YHWH Hilang di Alkitab di Indonesia

    SHALOM ALEKHEM BHESEM YESHUA ADONAI HA OLAM

    ( DAMAI SEJAHTERA BAGIMU DALAM NAMA YESHUA TUHAN SEMESTA ALAM )

    Bagaimana asal mulanya nama YHWH itu bisa hilang diAlkitab kita? 

    Dan justru Allah banyak disebut?

    Sebelum abad 13 penduduk Indonesia tidak pernah mengenal sebutan ALLAH maupun ELOHIM / YHWH yang mereka kenal adalah Sang Hyang Widi, Brahma, Wisnu, Siwa, Ganesa, Budha, Hindu Karena agama Hindu dan Budha sudah lebih dulu masuk.

    Tetapi pada abad 13 datanglah pedagang2 Arab keIndonesia, berdagang sambil menyebarkan Agama Islam. Ketika Islam mulai diterima diIndonesia, saat itulah sebutan ALLAH mulai dikenal dan tersebar keseluruh Indonesia.

    Pada abad 18 masuklah penginjil2 dari Jerman yaitu:

    1. Joseph Kamph ke Maluku

    2. Riddel dan Schwarz ke Minahasa

    3. Valentijn ke Sangir Talaud

    4. Denninger ke Pulau Nias

    5. Nomensen ke daerah Tapanuli

    Mereka datang membawa kitab suci berbahasa Jerman, dan kata Elohim telah diterjemahkan menjadi Gott. 

    Tetapi karena kata Gott ini tidak dikenal di Indonesia, maka perlu diterjemahkan kedalam kata yang bisa dimengerti oleh masyarakat luas pada zaman itu, yang mengandung arti yang disembah atau sesembahan.

    Pada zaman itu kata ALLAH-lah yang sudah menyebar kedalam masyarakat, maka… kata Gott akhirnya diterjemahkan menjadi ALLAH, 

    dan akhirnya kata ALLAH itu diterima sebagai istilah Pencipta dalam Perjanjian Lama. Sehingga orang Kristen akhirnya menganggap bahwa Allah nya dg orang Muslim dan Kristen itu sama, hanya bedanya orang Kristen melalui Yeshua Sedangkan orang Islam itu langsung, tanpa Yeshua!!! 

    Padahal Tuhannya orang Islam itu disebut dg istilah zat (Catatan kaki Surat AlFatihah Alquran Depag) sedangkan Elohim adalah Roh (Yoh 4:24)

    Para Theolog Kristen merasa keberatan bila Allah itu dihilangkan dengan alasan: ALLAH itu cognate dengan El, Eloah, Eloim (Bahasa Ibrani) dan Elah (Bahasa Aram) serta Alaha (Bahasa Syiria) Apakah ini BENAR ? JELAS SALAH, karena

    El berarti kuat. Dalam bahasa Arab diterjemahkan il. 

    Dari bentuk dasar El menjadi Eloah atau ilah yang berarti sesembahan, baik Eloah, Elah, ilah. Alaha bukanlah nama diri melainkan istilah Timur Tengah bagi yang disembah. Jadi, Eloah itu cognate dengan kata ilah dan bukan Allah.

    ALLAH itu nama (Qs 20:14) yaitu tuhannya orang Arab (Qs 27:91) yang berdiam di Mekah (Qs 106:3). Sebagai bukti bahwa ALLAH itu nama dan bukan gelar, terbukti bahwa ALLAH tidak dapat dibuat jamak, dan tidak bisa diterjemahkan.

    ilah bentuk jamaknya adalah alihah.

    Eloah bentuk jamaknya Eloim.

    Apakah bentuk jamak dari ALLAH?? Demikian pula YHWH sebagai nama diri tidak dapat dibuat jamak. 

    Sekali lagi, baik YHWH maupun ALLAH ini “DUA OKNUM ROH DAN KUASA YANG BERBEDA.” 

    Sadarilah ini sebagai suatu fakta penting agar kita jangan gegabah menganti nama sang pencipta yaitu YHWH menjadi ALLAH ( dalam Alkitab LAI, penggantian ini kurang lebih ada 297 kali).

    Untuk itulah demi untuk sempurnanya penyebutan sesembahan kita, ubahlah:

    TUHAN (Huruf kapital semua) diubah dengan YHWH (Lihat kamus Alkitab)

    Y = YESHUA

    H = HANUTZRI

    W = WAMELEKH

    H = HAYEHUDIM

    (YOH 19:19)