“The Seven Noahide Laws”

  1. Acknowledge that there is only one G‑d who is Infinite and Supreme above all things. Do not replace that Supreme Being with finite idols, be it yourself, or other beings. This command includes such acts as prayer, study and meditation.
  2. Respect the Creator. As frustrated and angry as you may be, do not vent it by cursing your Maker.
  3. Respect human life. Every human being is an entire world. To save a life is to save that entire world. To destroy a life is to destroy an entire world. To help others live is a corollary of this principle.
  4. Respect the institution of marriage. Marriage is a most Divine act. The marriage of a man and a woman is a reflection of the oneness of G‑d and His creation. Disloyalty in marriage is an assault on that oneness.
  5. Respect the rights and property of others. Be honest in all your business dealings. By relying on G‑d rather than on our own conniving, we express our trust in Him as the Provider of Life.
  6. Respect G‑d’s creatures. At first, Man was forbidden to consume meat. After the Great Flood, he was permitted – but with a warning: Do not cause unnecessary suffering to any creature.
  7. Maintain justice. Justice is G‑d’s business, but we are given the charge to lay down necessary laws and enforce them whenever we can. When we right the wrongs of society, we are acting as partners in the act of sustaining the creation.

 

http://www.chabad.org/therebbe/article_cdo/aid/62221/jewish/Universal-Morality.htm

Bagaimana Nama YHWH Hilang di Alkitab di Indonesia

SHALOM ALEKHEM BHESEM YESHUA ADONAI HA OLAM

( DAMAI SEJAHTERA BAGIMU DALAM NAMA YESHUA TUHAN SEMESTA ALAM )

Bagaimana asal mulanya nama YHWH itu bisa hilang diAlkitab kita? 

Dan justru Allah banyak disebut?

Sebelum abad 13 penduduk Indonesia tidak pernah mengenal sebutan ALLAH maupun ELOHIM / YHWH yang mereka kenal adalah Sang Hyang Widi, Brahma, Wisnu, Siwa, Ganesa, Budha, Hindu Karena agama Hindu dan Budha sudah lebih dulu masuk.

Tetapi pada abad 13 datanglah pedagang2 Arab keIndonesia, berdagang sambil menyebarkan Agama Islam. Ketika Islam mulai diterima diIndonesia, saat itulah sebutan ALLAH mulai dikenal dan tersebar keseluruh Indonesia.

Pada abad 18 masuklah penginjil2 dari Jerman yaitu:

1. Joseph Kamph ke Maluku

2. Riddel dan Schwarz ke Minahasa

3. Valentijn ke Sangir Talaud

4. Denninger ke Pulau Nias

5. Nomensen ke daerah Tapanuli

Mereka datang membawa kitab suci berbahasa Jerman, dan kata Elohim telah diterjemahkan menjadi Gott. 

Tetapi karena kata Gott ini tidak dikenal di Indonesia, maka perlu diterjemahkan kedalam kata yang bisa dimengerti oleh masyarakat luas pada zaman itu, yang mengandung arti yang disembah atau sesembahan.

Pada zaman itu kata ALLAH-lah yang sudah menyebar kedalam masyarakat, maka… kata Gott akhirnya diterjemahkan menjadi ALLAH, 

dan akhirnya kata ALLAH itu diterima sebagai istilah Pencipta dalam Perjanjian Lama. Sehingga orang Kristen akhirnya menganggap bahwa Allah nya dg orang Muslim dan Kristen itu sama, hanya bedanya orang Kristen melalui Yeshua Sedangkan orang Islam itu langsung, tanpa Yeshua!!! 

Padahal Tuhannya orang Islam itu disebut dg istilah zat (Catatan kaki Surat AlFatihah Alquran Depag) sedangkan Elohim adalah Roh (Yoh 4:24)

Para Theolog Kristen merasa keberatan bila Allah itu dihilangkan dengan alasan: ALLAH itu cognate dengan El, Eloah, Eloim (Bahasa Ibrani) dan Elah (Bahasa Aram) serta Alaha (Bahasa Syiria) Apakah ini BENAR ? JELAS SALAH, karena

El berarti kuat. Dalam bahasa Arab diterjemahkan il. 

Dari bentuk dasar El menjadi Eloah atau ilah yang berarti sesembahan, baik Eloah, Elah, ilah. Alaha bukanlah nama diri melainkan istilah Timur Tengah bagi yang disembah. Jadi, Eloah itu cognate dengan kata ilah dan bukan Allah.

ALLAH itu nama (Qs 20:14) yaitu tuhannya orang Arab (Qs 27:91) yang berdiam di Mekah (Qs 106:3). Sebagai bukti bahwa ALLAH itu nama dan bukan gelar, terbukti bahwa ALLAH tidak dapat dibuat jamak, dan tidak bisa diterjemahkan.

ilah bentuk jamaknya adalah alihah.

Eloah bentuk jamaknya Eloim.

Apakah bentuk jamak dari ALLAH?? Demikian pula YHWH sebagai nama diri tidak dapat dibuat jamak. 

Sekali lagi, baik YHWH maupun ALLAH ini “DUA OKNUM ROH DAN KUASA YANG BERBEDA.” 

Sadarilah ini sebagai suatu fakta penting agar kita jangan gegabah menganti nama sang pencipta yaitu YHWH menjadi ALLAH ( dalam Alkitab LAI, penggantian ini kurang lebih ada 297 kali).

Untuk itulah demi untuk sempurnanya penyebutan sesembahan kita, ubahlah:

TUHAN (Huruf kapital semua) diubah dengan YHWH (Lihat kamus Alkitab)

Y = YESHUA

H = HANUTZRI

W = WAMELEKH

H = HAYEHUDIM

(YOH 19:19)